Connect With Us

Wacana Kenaikan Harga Tarif 15%, Begini Tanggapan Driver Ojol di Tangerang

Yanto | Jumat, 4 Juli 2025 | 18:23

Ilustrasi ojek online. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Rencana penyesuaian tarif ojek online (ojol) hingga 15% direspons beragam komentar oleh pengemudi maupun konsumennya sendiri. Sebagian menyetujui wacana ini, namun tidak sedikit yang merasa terbebani.

Salah satunya Anwar, pengemudi ojol di Kota Tangerang. Ia khawatir kebijakan itu justru akan membuat jumlah order berkurang, dan pendapatan untuk keluarganya makin melilit.

"Enggak setuju sih, karena pasti customer nyari yang lebih murah. Khawatirnya orderannya menurun, apalagi kan saingannya makin banyak ditambah aplikasi Shopee juga promonya gila-gilaan," ujar Anwar, Jumat 4 Juli 2025.

Anwar meminta kepada pemerintah pusat mengkaji matang-matang sebelum menaikan harga tarif ojol dan mencari solusi dampaknya nanti.

"Iya, sebelum naikin harga tolong dipikir dulu dampaknya apa nanti. Apakah orderan banyak atau berkurang, ada mungkin solusi lain, menurut saya lebih baik potongan tarif ke aplikator," ungkapnya.

Berbeda dengan Anwar, pengemudi ojol bernama Chandra dari Komunitas Veteran BSD justru setuju dengan penyesuaian tarif tersebut.

Jika tarif ojol naik, maka pengeluarannya juga ikut naik. Kenaikan ini mendapatkan dukungan dari rekan komunitasnya.

"Tapi kalau untuk dari sisi driver-nya itu mungkin akan lebih menguntungkan mereka dalam mencari nafkah, mencari keuntungan tapi apakah semua driver pada setuju kalau saya sih setuju saja," ujarnya. 

Chandra menambahkan, terkait harga tarif ojol naik 15 persen itu belum valid, masih menjadi isu yang berkembang.

"Kayaknya belum valid bang, itu masih dikaji lagi. Menurut saya butuh waktu yang cukup naikin harga ini, apakah orderan bakal ramai atau sepi," katanya. 

Sementara pengemudi ojol lain, Okta juga mendukung rencana kenaikan tarif. Menurut mereka, saat ini hampir semua kebutuhan sudah mengalami kenaikan harga.

"Aku kan kayak mikir kalau ke mana-mana emang mahal ya. Jadi udah enggak apa-apa kalau naik, driver juga butuh pemasukan untuk kebutuhan keluarganya," ungkapnya.

TANGSEL
Nasib Sungai Cisadane Digempur Pencemaran dan Limbah Industri, Pegiat Lingkungan Minta Pemerintah Ambil Tindakan

Nasib Sungai Cisadane Digempur Pencemaran dan Limbah Industri, Pegiat Lingkungan Minta Pemerintah Ambil Tindakan

Sabtu, 7 November 2026 | 15:28

Sungai Cisadane yang dahulu menjadi pusat kehidupan masyarakat Serpong menghadapi persoalan akibat perkembangan kawasan perkotaan, aktivitas industri, dan pengelolaan sampah.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

KAB. TANGERANG
Kebakaran Pabrik Kipas Angin di Tangerang Dipicu Korsleting Listrik

Kebakaran Pabrik Kipas Angin di Tangerang Dipicu Korsleting Listrik

Jumat, 6 November 2026 | 21:19

Kebakaran melanda sebuah pabrik kipas angin PT. Desen Nusantara Anugerah yang berlokasi di Jalan Raya Pasar Kemis, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang pada Jumat 6 November 2026, diduga dipicu korsleting listrik.

SPORT
Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Rabu, 4 November 2026 | 19:08

Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill