Connect With Us

Parkir Liar Bikin UMKM Mati, Pengamat Desak Pemerintah Turun Tangan

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 10 Maret 2026 | 22:02

Parkir liar di depan Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), kawasan Pendidikan Cikokol, Kota Tangerang. (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANGNEWS.com-Fenomena parkir liar di kawasan perkotaan dan pusat perbelanjaan kini mencapai tahap yang meresahkan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Praktik ilegal ini dinilai bukan sekadar masalah ketertiban, melainkan ancaman nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan kenyamanan konsumen.

Pemerhati Ketenagakerjaan Dani Satria menegaskan kehadiran juru parkir (jukir) liar yang menjamur di sekitar pusat kuliner, pasar, hingga toko kecil menciptakan beban tambahan bagi masyarakat.

Hal ini secara perlahan menurunkan minat warga untuk berbelanja di lokasi-lokasi tersebut.

Menurut Dani, parkir liar menciptakan kesan tidak nyaman yang berdampak pada penurunan jumlah pelanggan jangka panjang. Jika kondisi ini dibiarkan, pelaku UMKM yang beroperasi secara legal justru menjadi pihak yang paling dirugikan.

“Parkir liar ini bukan hanya soal ketertiban ruang publik, tetapi juga menyangkut perlindungan terhadap konsumen dan pelaku UMKM. Praktik yang tidak terkelola ini menimbulkan biaya tambahan bagi konsumen. Jika terus dibiarkan, UMKM yang ingin tumbuh sehat justru dirugikan oleh situasi di luar kendali mereka,” ujarnya, Selasa 10 Maret 2026.

 

Urgensi Kehadiran Negara

Dani menyoroti masalah ini berakar pada ekonomi informal yang tidak teregulasi. Banyak individu bekerja sebagai juru parkir tanpa pembinaan, pelatihan, maupun payung hukum yang jelas dari pemerintah daerah.

Ia mendesak adanya kolaborasi antarinstansi, mulai dari Kementerian UMKM, Kementerian Perhubungan, Polri, hingga Satpol PP untuk tidak sekadar melakukan penertiban musiman, melainkan membangun sistem pengelolaan yang profesional.

“Negara harus hadir melalui kebijakan yang jelas dan penegakan aturan yang konsisten. Pengelolaan parkir yang baik justru dapat menjadi sumber pendapatan daerah (PAD) sekaligus menciptakan lapangan kerja yang lebih tertib dan legal,” imbuh Dani.

Dengan pengelolaan yang terintegrasi, diharapkan roda perekonomian masyarakat dapat berputar lebih kencang tanpa dibayangi praktik informal yang merugikan salah satu pihak.

BANTEN
Pemprov Banten Dukung Inisiasi Kabupaten Tangerang Perkuat Wilayah Aglomerasi Jabodetabekpunjur

Pemprov Banten Dukung Inisiasi Kabupaten Tangerang Perkuat Wilayah Aglomerasi Jabodetabekpunjur

Jumat, 24 April 2026 | 21:21

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendukung terhadap penguatan wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabekpunjur).

BISNIS
Nike PHK Massal Lagi, Ribuan Karyawan Terancam Dipangkas

Nike PHK Massal Lagi, Ribuan Karyawan Terancam Dipangkas

Jumat, 24 April 2026 | 12:32

Perusahaan perlengkapan olahraga Nike kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.400 karyawan di berbagai wilayah operasinya.

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

OPINI
Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam

Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam

Kamis, 23 April 2026 | 14:04

Hampir setiap hari kita dihujani dengan kabar tentang kasus kejahatan termasuk pembunuhan yang sebagian besar pelakunya terindikasi menggunakan miras dan obat-obatan terlarang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill