TANGERANGNEWS.com- Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tangerang (FISIP UMT) menggelar Festival FISIP di Plaza UMT, Selasa, 6 Januari 2025.
Kegiatan ini digelar sebagai sebagai ajang ekspresi kreatif sekaligus penguatan literasi visual yang melibatkan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) dan Ilmu Pemerintahan (Ilpem) dari semester 3, 5, dan 7.
Beragam aktivitas ditampilkan dalam Festival FISIP, mulai dari pameran fotografi, talkshow, bazar kreatif mahasiswa, hingga pemutaran film pendek.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang mendorong mahasiswa lebih peka terhadap isu sosial melalui medium visual dan karya kreatif.
Penanggung jawab kegiatan Korry El Yana menjelaskan, festival ini merupakan hasil kolaborasi akademik lintas program studi yang terintegrasi dengan mata kuliah praktikum.
“Kegiatan ini merupakan implementasi dari beberapa mata kuliah praktikum di Program Studi Ilmu Komunikasi dan Ilmu Pemerintahan, sebagai ruang untuk mengaplikasikan teori perkuliahan ke dalam praktik nyata,” ujarnya.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UMT Mirza Shahreza menilai, Festival FISIP ini sejalan dengan arah kurikulum yang diterapkan di lingkungan fakultas.
“Kegiatan ini merupakan implementasi dari kurikulum OBE dan diharapkan dapat menjadi agenda tahunan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,” katanya dalam sambutan.
Dari sisi lain, Kepala Bagian Akademik UMT, Ali Mubin mengapresiasi jalannya festival ini lantaran dapat menjadi sarana pengenalan kampus kepada masyarakat, terutama kalangan pelajar.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena menggandeng para praktisi serta menghadirkan siswa-siswi dari puluhan sekolah. Ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk melihat langsung UMT yang merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Banten dengan predikat Unggul,” ungkapnya.
Antusiasme peserta dan pengunjung festival turut mendapat perhatian dari para dosen pengampu. Putra, salah satu dosen yang terlibat, mengaku terkejut dengan besarnya respons terhadap kegiatan ini.
“Saya tidak menyangka kegiatan ini bisa semeriah dan seramai ini, mengingat persiapan hanya dilakukan dalam waktu sekitar satu bulan,” tuturnya.
Sementara itu, Wahyu Firdaus yang membidangi sektor kewirausahaan dalam festival tersebut menyebut terampil peran mahasiswa dalam mengelola bazar dan membangun jejaring bisnis.
“Saya sangat mengapresiasi semangat kolaborasi mahasiswa dalam mengelola bazaar ini. Kehadiran pengusaha muda lokal di sesi talkshow juga menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan bisa dibangun dari Tangerang. Semoga acara ini menjadi pemicu lahirnya wirausahawan-wirausahawan tangguh di masa depan,” ungkap Wahyu.
Sementara itu, dosen praktisi mata kuliah Sinematografi Patrick Hallomon menambahkan, festival FISIP ini dapat memberi ruang bagi mahasiswa untuk berekspresi, khususnya di bidang perfilman.
“Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi bagi mahasiswa, khususnya dalam pemutaran film pendek, mulai dari proses pra-produksi, produksi, hingga penayangan. Harapannya, mahasiswa dapat tumbuh menjadi sineas-sineas muda di industri perfilman,” katanya.