Geruduk Polres Metro Tangerang, Massa Banser Desak Polisi Penjarakan Bahar Bin Smith
Sabtu, 7 Februari 2026 | 17:51
Ratusan massa dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser memadati Mapolres Metro Tangerang Kota, pada Sabtu 7 Februari 2026, siang.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menargetkan dapat merealisasikan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 1.000 unit rumah di sepanjang tahun 2026.
Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang Decky Priambodo menuturkan, Pemkot Tangerang telah melangsungkan program rehabilitasi RTLH setiap tahunnya, sebagai bentuk langkah konkret menyediakan ruang hunian yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat Kota Tangerang.
“Kami memasang target tahun ini bisa menyasar 1.000 unit rumah di seluruh Kota Tangerang seperti tahun kemarin, jumlah biaya rehabilitasi yang didapat juga masih sama sebesar Rp30 juta per unit," ujarnya, Rabu 14 Januari 2026.
Saat ini, Pemkot Tangerang sedang membuka proses usulan penerima manfaat melalui aplikasi SiData mulai 1-31 Januari 2026 mendatang.
"Adapun prosesnya sudah mulai berjalan, kami sudah mulai membuka usulan baik dari perangkat kewilayahan sampai legislatif dengan jumlah terkini sudah mencapai 1.571 usulan,” kata Decky.
Program rehabilitasi RTLH sendiri telah berjalan sejak tahun 2014 silam. Tercatat, Pemkot Tangerang telah berhasil menyasar 10.656 unit rumah selama tahun 2014-2025 kemarin.
“Kami berharap program rehabilitasi RTLH ini bisa berjalan sesuai dengan target yang ditentukan sehingga tidak ada lagi masyarakat yang hidup dengan kualitas hunian yang tidak memadai,” tutup Decky.
Ratusan massa dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser memadati Mapolres Metro Tangerang Kota, pada Sabtu 7 Februari 2026, siang.
TODAY TAGPendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) berencana memberikan bantuan berupa Elektrokardiogram (EKG), sebuah alat yang merekam aktivitas jantung guna mendeteksi gangguan kardiovaskular.
Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews