Connect With Us

Pemuda Ngamuk Bawa Golok Lukai Keluarga Sendiri di Ciledug Tangerang

Fahrul Dwi Putra | Senin, 19 Januari 2026 | 09:56

Petugas BPBD Kota Tangerang memgantu proses evakuasi pemuda mengamuk dengan senjata tajam di Jalan Wiru Indah, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Warga Jalan Wiru Indah, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, dibuat panik oleh aksi seorang pemuda yang mengamuk sambil membawa senjata tajam pada Minggu, 18 Januari 2026, dini hari. 

Pemuda berinisial RF, 21, diduga mengalami gangguan kejiwaan dan melukai sejumlah anggota keluarganya hingga warga sekitar.

Peristiwa tersebut terjadi saat RF tiba-tiba bertindak agresif dengan menghunus golok. Warga yang merasa terancam kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas. 

Tim gabungan dari UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Ciledug BPBD Kota Tangerang bersama Polsek Ciledug langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi.

Berdasarkan keterangan petugas, RF diduga mengalami depresi berat yang dipicu persoalan asmara. 

Dalam kondisi emosional yang tidak stabil, ia menyerang siapa saja yang berada di dekatnya, termasuk keluarga sendiri.

"Info dari pihak keluarga, yang terluka dari peristiwa semalam di antaranya orang tua, paman, dan kerabatnya," ujar petugas UPT Damkar Ciledug, Barasetio.

Proses penanganan pelaku berlangsung cukup lama dan menegangkan. Petugas sempat berupaya menenangkan RF dengan pendekatan persuasif agar ia meletakkan senjata dan menghentikan aksinya. 

Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena kondisi psikologis pelaku yang terus bergejolak.

Situasi baru dapat dikendalikan setelah petugas mengambil langkah cepat dengan melucuti senjata tajam yang dibawa RF menggunakan batang bambu. 

Tindakan itu dilakukan untuk mencegah risiko yang lebih besar terhadap keselamatan warga dan petugas.

"Kami terpaksa menggunakan bambu karena dia menggunakan senjata tajam yang berbahaya dan menyerang kami secara membabi buta. Butuh waktu hampir satu jam untuk menenangkan anak muda itu," tambah Barasetio.

Setelah berhasil dilumpuhkan, tangan dan kaki RF diikat sebagai langkah pengamanan sementara.

Selanjutnya, ia diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Pihak keluarga kemudian membawa RF ke rumah sakit jiwa guna menjalani pemeriksaan dan perawatan medis.

TEKNO
kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:05

Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.

WISATA
Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46

Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill