TANGERANGNEWS.com - Sebanyak 16 penyandang disabilitas mengikuti proses pengukuran kaki palsu yang digelar di Kantor Dinas Sosial Kota Tangerang. Kegiatan ini menjadi tahap awal sebelum bantuan diberikan, agar benar-benar tepat ukuran dan nyaman digunakan oleh penerima manfaat.
Tak hanya itu, petugas juga melakukan pemeriksaan serta pengukuran alat bantu dengar untuk lima warga lainnya. Program bantuan ini diberikan gratis kepada warga karena sudah didanai melalui anggaran Dinsos sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinsos Kota Tangerang, Acep Wahyudi menegaskan proses pengukuran ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah krusial untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar efektif.
“Melalui proses ini, kami ingin memastikan bantuan yang diberikan tepat ukuran, tepat fungsi, dan benar-benar bermanfaat. Jadi bukan hanya diberikan, tetapi juga bisa digunakan secara maksimal oleh penerima,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap penerima memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda, sehingga pendekatan yang dilakukan pun harus lebih detail dan personal.
“Setiap alat bantu harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan aktivitas penerima. Dengan begitu, bantuan ini diharapkan bisa menunjang mobilitas dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam beraktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Lebih jauh, Acep menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari program Pemkot Tangerang dalam menciptakan layanan sosial yang merata dan tidak diskriminatif.
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses kehidupan yang layak, termasuk dukungan fasilitas penunjang aktivitas.
“Harapannya, bantuan ini bisa mendorong kemandirian, membuka peluang produktivitas, serta meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat,” katanya.
Program bantuan alat bantu disabilitas ini juga bukan yang pertama kali dilakukan. Sepanjang tahun 2025, Pemkot Tangerang telah menyalurkan berbagai bantuan dalam jumlah signifikan, di antaranya 249 kursi roda, tujuh unit walker, 10 tongkat kaki tiga, 40 alat bantu dengar, serta 10 kaki palsu.
Capaian tersebut menunjukkan konsistensi pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan bantuan sosial, khususnya bagi kelompok rentan.
Dengan adanya program berkelanjutan ini, Pemkot Tangerang berharap tidak ada lagi penyandang disabilitas yang kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari akibat keterbatasan alat bantu.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelayanan sosial tidak hanya soal bantuan, tetapi juga tentang menghadirkan keadilan dan kesempatan yang sama bagi seluruh warga untuk hidup lebih mandiri dan bermartabat. (adv)