Connect With Us

DLH Kota Tangerang Bakal Tambah 3 Fasilitas RDF Baru Tahun Ini

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 7 Juli 2026 | 16:51

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Wawan Fauzi. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang kini mengebut sejumlah proyek strategis, salah satunya rencana pembangunan tambahan tiga fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF) pada tahun 2026.

Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi memaparkan bahwa langkah progresif ini sangat krusial mengingat lonjakan produksi sampah yang sejalan dengan pesatnya laju pertumbuhan penduduk di Kota Tangerang.

Saat ini, setiap individu rata-rata menyumbang hampir 1 kilogram sampah setiap harinya.

"Apalagi jumlah penduduk Kota Tangerang yang hampir menyentuh angka 2 juta jiwa, maka diproyeksikan timbulan sampah bisa segera melampaui 1.600 ton per hari pada tahun 2027," katan Wawan kepada TangerangNews, Selasa 7 Juli 2026.

 

Penambahan 3 Titik RDF Baru

Menyikapi masalah tersebut, DLH Kota Tangerang telah merancang skema fasilitas RDF Hub. Ke depannya sampah tidak lagi langsung dibuang atau ditumpuk di area landfill.

Namun, akan masuk terlebih dahulu ke pusat pengolahan untuk dipilah dan diproses menjadi RDF, seperti yang sudah diterapkan di TPA Rawa Kucing.

"Targetnya tahun ini kita akan menambah tiga titik fasilitas RDF baru. Jadi total kita punya empat RDF," ujar Wawan.

Untuk lokasinya yakni di Zona Barat akan dibangun di sekitar area eks-pabrik Chiki, Poris Plawad. Pendanaan direncanakan menggunakan program Local Service Delivery Project (LSDP) dari Kementerian Dalam Negeri.

Kemudian, Zona Tengah dibangun di TPST Benua Indah, Kecamatan Karawaci. Sedangkan di Zona Timur, RDF akan ditempatkan di TPS Dongkal, Cipondoh.

"Ketiga fasilitas baru tersebut akan melengkapi fasilitas RDF Hub utama yang akan dipusatkan di Pintu 1 TPA Rawa Kucing. Nantinya, sampah yang sudah diolah jadi bahan bakar dari berbagai titik tersebut akan diangkut (offtake) oleh pihak ketiga, yaitu PT Semen Holcim," jelas Wawan.

Wawan menargetkan fasilitas-fasilitas tersebut dapat mengolah sebagian besar sampah yang masuk. "Target kita ya kita punya obsesi yang cukup tinggilah ya. Kita berharap nantinya bisa bisa sampai mungkin di atas 500 ton per hari," harapnya.

 

Dorong Peran Aktif Warga

Meski berfokus pada teknologi hilir seperti RDF, Wawan menegaskan bahwa kunci utama penyelesaian masalah sampah tetap berada di hulu, yakni dari sumber rumah tangga.

Ia mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah secara mandiri menjadi dua kategori: sampah organik dan sampah anorganik.

"Sampah itu harus mulai kita kurangi dari sumber. Apa yang dimaksud dengan pengolahan sampah dari sumber? Dari rumah. Pertama, kita berharap masyarakat mau memilah, organik dan anorganik. Dua itu aja dulu, nggak perlu macam-macam," imbaunya.

DLH Kota Tangerang juga telah menyiapkan skema penyerapan sampah hasil pilahan tersebut. Untuk sampah anorganik, masyarakat diarahkan untuk menyetorkannya ke bank sampah unit yang ada di tingkat RT/RW.

"Nanti dari sana kita carikan offtaker-nya. Tapi kalaupun belum dapat, kami punya bank sampah induk di tingkat DLH," tambahnya.

Sementara itu, sampah organik diharapkan bisa diolah mandiri oleh warga, salah satunya dijadikan pupuk atau pakan ternak.

Menurut Wawan, jika langkah-langkah inovatif dan gerakan kolaboratif ini tidak segera digalakkan, bukan tidak mungkin TPA Rawa Kucing dan seluruh TPA di Indonesia, akan segera mencapai batas kemampuannya.

"Kita diminta terus melakukan inovasi, terus melakukan gerakan-gerakan. Kenapa? Kalau nggak kayak gitu, umur TPA kita udah kritis. Semua TPA di Indonesia udah kritis. Kalau kita nggak lakukan pengolahan dari sumber, selesai kita," pungkas Wawan dengan tegas.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

HIBURAN
Khusus Oktober, Pakons Prime Hadirkan Promo Kamar Plus Tiket CGV Mulai Rp550 Ribu

Khusus Oktober, Pakons Prime Hadirkan Promo Kamar Plus Tiket CGV Mulai Rp550 Ribu

Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:48

Pakons Prime Hotel Tangerang menghadirkan dua paket promosi kamar selama Oktober 2026.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill