TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana banjir seiring dengan akan dimulainya musim hujan.
Berdasarkan prediksi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, musim hujan di Provinsi Banten akan mulai secara bertahap dari bulan November 2026, dengan puncaknya terjadi pada periode Januari hingga Maret 2027.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tangerang Mahdiar menyatakan informasi terkait masuknya musim hujan tersebut telah menjadi dasar bagi lembaganya untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana internal.
"Semua itu jadi bahan persiapan kita di internal. Kesiapan-kesiapan sarana prasarana pasti kita check and recheck," ujarnya, Selasa 13 Oktober 2026.
Sebagai langkah mitigasi ke depan, BPBD Kota Tangerang menyiapkan upaya strategis untuk menempatkan perahu di titik-titik rawan banjir.
Penempatan tersebut rencananya akan dilakukan di tingkat kecamatan maupun kelurahan setempat yang masih mudah diakses jika terjadi banjir terdekat.
Berdasarkan pemetaan BPBD, sejumlah wilayah yang dinilai paling rawan meliputi kawasan Kecamatan Periuk, Ciledug dan kisaran Kali Angke. "Beberapa titik genangan lainnya seperti Cipondoh maupun Polor yang masuk dalam jalur Kali Angke," jelas Mahdiar.
Selain pengecekan sarana, BPBD Kota Tangerang juga mengoptimalkan pemantauan tinggi air melalui aplikasi Si Pantau yang dimiliki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta berkoordinasi erat dengan jejaring Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang tersebar di berbagai wilayah.
Menurut Mahdiar, ketika intensitas hujan mulai tinggi dan terjadi setiap hari, BPBD memastikan akan melaksanakan rapat koordinasi intensif terkait status hidrometeorologi bersama perangkat daerah terkait lainnya.
Kesiapan Personel dan Armada Pendukung
Dari sisi kekuatan personel, Mahdiar merinci bahwa BPBD memiliki sekitar 300 orang yang dibagi ke dalam sistem shift, dengan kesiagaan harian berkisar antara 90 hingga 100 orang.
Kekuatan ini juga didukung oleh sekitar 200 orang unsur relawan. Selain personel, penambahan armada penunjang juga telah disiapkan.
"Kita ada tambahan 6 perahu yang kita miliki sebagai upaya untuk menambah ketersediaan perahu yang kita punya sebelumnya, begitu juga dengan motor tempel dan mesin pompa air," tambahnya.
Meski telah menyiapkan upaya mitigasi, ia mengimbau kepada masyarakat dan pihak kewilayahan agar senantiasa waspada dan proaktif mengikuti perkembangan informasi cuaca.
"Meskipun wilayah Kota Tangerang mulai memasuki musim hujan dengan intensitas yang masih jarang, masyarakat kita ingatkan untuk bersiap diri menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air, guna mengantisipasi potensi genangan maupun banjir ke depannya," tegas Mahdiar.