Connect With Us

Tuntut Cabut Gugatan PTUN, Buruh ke Kantor Apindo Kota Tangerang

| Kamis, 19 Januari 2012 | 18:40

Buruh geruduk Apindo. (tangerangnews / rangga)

 
TANGERANG – Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja Seluruh Kota Tangerang menggerudug Kantor Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tangerang, di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Cibodas, Kamis (19/1).
 
Kedatangan mereka guna memaksa pengusaha untuk mencabut gugatan mereka atas upah minimum kota (UMK) ke Pengadilan Tinggi Urusan Negara (PTUN).
 
Massa yang terdiri dari FSBN-Kasbi, SP-Parkes, SBB, PBI, SBJR, SPCI, FSPMI dan berbagi federasi serikat pekerja dan buruh se-Kota Tangerang ini mulai melakukan aksinya pukul 12.00 WIB. Namun sebelumnya, mereka melakukan sweeping terlebih dahulu ke pabrik-pabrik dan perusahaan yang memperkerjakan anggota mereka.
 
Dalam aksinya, ribuan buruh tersebut merasa ditindas dengan sikap pengusaha yang tetap tidak mengindahkan Revisi UMK Kota Tangerang yang dikeluarkan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, sebesar Rp1.529.150 dan malah mengajukan gugatan ke PTUN.
 
“Situasi seperti ini tidak bisa didiamkan terus menerus karena akan merugikan buruh. UMK Rp.1.381.000 yang ditetapkan, namun sudah dirubah melalui keputusan Gubernur Banten harus ditegakkan. Dan kami minta agar gugatan hukum ke PTUN dicabut,” tegas Poniman, salah satu pimpinan aliansi buruh.
 
Buruh juga mengancam keras tindakan Apindo yang justru melayangkan gugatan ke PTUN. Sebab, hal tersebut hanya akan menyengsarakan buruh yang selama ini sudah memberikan curahan tenaganya untuk mengembangkan perusahaan. “Kalau gugatan tetap dilakukan kami akan mengerahkan seluruh aliansi untuk melakukan pemogokan kerja serentak di seluruh kawasan industri di Kota Tangerang,” tegasnya.

 
Tak puas berorasi, sekitar pukul 14.00 WIB, pimpinan dan perwakilan masing-masing serikat buruh kemudian menggeruduk kantor Apindo untuk menemui pengurus Apindo, serta menyempaikan langsung tuntutan aksi mereka. Sayang, sesampainya di sana , tak ada pimpinan Apindo yang menemui, hanya beberapa staf saja yang ada di kantor tersebut. 

Sementara itu, Wakil Ketua Apindo Kota Tangerang Edi Mursalim mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa atas tuntuntan buruh. Meskipun dia mengaku menandatangai kesepakatan yang diajukan buruh, dia merasa dalam kondisi terpaksa dan ada tekanan.

“Harusnya ada pengurus di sini. Saya di sini hanya untuk menemui para buruh yang ingin menyuarakan aspirasinya. Sedangkan keputusan tetap ada di tangan pengurus untuk mencabut atau tidaknya gugatan di PTUN,” ucapnya.

Meskipun sudah ada jawaban dari Apindo, ribuan buruh itu masih terus melakukan aksinya. Bahkan, jalan yang semula hanya mereka blokir setengah, sejak pukul 16.00 WIB – 17.30 WIB mulai diblokir seluruhnya. Buruh sengaja menduduki jalanan dan menghambat seruruh pengemudi yang akan melintasi flyover Cobodas. Akibatnya, kemacetan panjang terjadi. (RAZ)

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

AYO! TANGERANG CERDAS
Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Kamis, 7 Mei 2026 | 21:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

BANDARA
Disembunyikan Dalam Legging, Aksi Penyelundupan Monyet dan Kadal dari Thailand Digagalkan di Bandara Soetta

Disembunyikan Dalam Legging, Aksi Penyelundupan Monyet dan Kadal dari Thailand Digagalkan di Bandara Soetta

Sabtu, 9 Mei 2026 | 16:47

Modus penyelundupan satwa liar kian nekat. Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Banten bekerja sama dengan Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan belasan satwa hidup asal Thailand di Terminal 2 Bandara

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill