Connect With Us

Sejumlah Fraksi DPRD Kota Tangerang Ikut Tolak Kenaikan BBM

| Senin, 19 Maret 2012 | 18:05

Hearing DPRD dan Buruh Kota Tangerang ( / )

TANGERANG-Sejumlah Fraksi DPRD Kota Tangerang mengaku setuju dengan penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).  Mereka juga siap menandatangani rekomendasi penolakan kenaikan BBM kepada Pemerintah Pusat.
 
Hal itu diungkapkan sejumlah Anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PKS dan PDIP, saat melakuakn hearing dengan buruh yang menggelar aksi demo menolak kenaikan harga BBM, Senin (19/3).
 
“Kita atas nama fraksi, ikut menolak kenaikan harga BBM. Penolakan ini memang kebijakan politik dari DPP PDIP. Selain itu kenaikan harga BBM juga berampak pararel, mulai dari harga transport sampai sembako,” kata Anggota Fraksi PDIP yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo.
 
Pihaknya juga mengaku siap menandatangani surat rekomendasi penolakan kenaikan harga BBM kepada Pemerintah Pusat, yang diminta oleh buruh. Namun untuk keputusan secara kelembagan, menurut Gatot, harus melalui melalui beberapa prosedur.
 
“Kita sih siap tanda tangan surat rekomendasi. Tapi untuk membuat keputusannya, bisa melalui dua cara yakni  keputusan DPRD melalui rapat Paripurna, atau keputusan pimpinan DPRD melalui rapat pimpinan,” katanya.
 
Senada dengan Gatot, Ketua Fraksi PKS Aulia Epriya Kembara juga mengikuti keputuan PKS Pusat untuk menolak kenaikan harga BBM. “Kita menolak tegas. Sebelumnyaa Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq sudah siap interpelasi BBM,” ungkapnya.
 
Sementara koordinator Serikat Buruh / Serikat Pekerja Tangerang Kusna Ariadi menyatakan akan menunggu hasil rapat paripurna DPRD terkait rekomendasi penolakan kenaikan BBM ke Pemerintah Pusat. “Jika sampai keputusan Paipurna tidak ikut menolak, kita akan melakukan demo yang lebih besar lagi,” tegasnya.(RAZ)

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

AYO! TANGERANG CERDAS
Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Kamis, 7 Mei 2026 | 21:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.

BANDARA
Disembunyikan Dalam Legging, Aksi Penyelundupan Monyet dan Kadal dari Thailand Digagalkan di Bandara Soetta

Disembunyikan Dalam Legging, Aksi Penyelundupan Monyet dan Kadal dari Thailand Digagalkan di Bandara Soetta

Sabtu, 9 Mei 2026 | 16:47

Modus penyelundupan satwa liar kian nekat. Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Banten bekerja sama dengan Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan belasan satwa hidup asal Thailand di Terminal 2 Bandara

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill