Connect With Us

Diduga Oplos Pertamax, Disperindakop Uji Sampel 52 SPBU

| Jumat, 27 Juli 2012 | 17:41

Ilustrasi SPBU . (TN / TN)

Reporter : Rangga A Zuliansyah

TANGERANG-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kota Tangerang melakukan uji sampel terhadap 52 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), karena adanya laporan pengoplosan bahan bakar pertamax dengan premium.
 
Menurut Kepala Disperindakop M Noor, dugaan tersebut diketahui dari banyaknya laporan masyarakat kepada Wali Kota Tangerang H Wahidin Halim. Mereka melaporkan bahwa kendaraannya mogok setelah membeli pertamax di SPBU di wilayah Kota Tangerang. “Mereka merasa dirugikan. Katanya setelah mobilnya diperiksa,  yang  disisi di SPBU bukan pertamax tapi premium,” katanya, Jumat (27/7).
 
Atas laporan tersebut, Wali Kota Tangerang menginstruksikan Disperindakop untuk melakukan sidak di seluruh SPBU di Kota Tangerang. Pihaknya juga mengambil sampel pertamax untuk diuji di laboratorium. “Ada 52 SPBU kita periksa. Sampel yang kita dapat langsung dikirim ke Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk diuji. Sampai saat ini kita masih menunggu hasilnya,” ungkap Noor.
 
Menurutnya, Pertamina pun bisa melakukan uji sampel, namun dikhawatirkan Pertamina akan menutup-nutupi temuan tersebut. Untuk itu, pihaknya memilih tempat pengujian yang netral. “Bisa  saja dia bilang hasilnya bagus, karena SPBU itu dibawah binaannya,” paparnya.
 
Noor menambahkan, praktek pengoplosan tersebut jelas merugikan konsumen. Jika terbukti ada kecurangan, kata dia, akan dijerat undang-undang perlindungan konsumen dan pidana penipuan. “Yang dijerat pihak SPBU-nya. Karena penyelewengan bahan bakar terjadi di SPBU,” ungkapnya.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

PROPERTI
Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:47

Menandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.

TANGSEL
Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane

Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane

Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49

Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill