Connect With Us

Dianggap Salah Objek, Warga Ricuh Soal Lahan di Panunggangan

| Senin, 29 Oktober 2012 | 13:13

Ricuh tanah di Kebon Nanas. (tangerangnews / rangga)


Reporter : Rangga A Zuliansyah

TANGERANG-Warga Gang Wakaf, RT 04/02, Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, menghadang puluhan pria yang berbadan gelap yang akan melakukan eksekusi lahan seluas 5770 m2 . Warga yang merupakan ahli waris dari almarhum Hj Sainah Nasih mempertahankan lahan yang bersengketa sejak /1995 itu.

Para ahli waris menimpuki para pria dengan batu dan tanah kuburan saat eksekusi lahan. Proyek yang  terletak disamping proyek pergudangan Duta Iconic.
Aksi itu kemudian dihentikan setelah pihak ahli waris dan penggugat tanah tersebut berunding.

Menurut ahli waris Hj Sainah,  Nurhayati, awalnya lahan tersebut milik almarhum Ami Ahmad. Kemudian dibeli oleh Hj Sainah Nasih pada tahun 1948. Namun, pada tahun 1995, lahan tersebut diakui oleh anak Ami Ahmad, Sapri.

"Sapri mengaku memiliki alat bukti tanah tersebut dan merasa tidak pernah menjual. Padahal kita punya bukti Girik dan SPPT tanah itu sejak dijual pada tahun 1948. Akhirnya, Sapri menggugat kami ke pengadilan," katanya.

Nurhayati menambahkan, alat bukti tanah milik Sapri yang dijadikan bukti di persidangan adalah fiktif. Dalam surat tersebut, tanah ahli waris beralamat di Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Ciledug. Padahal tanah itu beralamat di Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang. Hal itu telah dibenarkan Lurah setempat.

"Selama beberapa kali pemekaran, tanah itu tidak pernah masuk ke wilayah Ciledug. Alat bukti tanah itu salah objek. Tapi anehnya, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang dan Mahkamah Agung,  gugatan tersebut dimenangkan oleh pihak Sapri," pungkasnya.

Menurut Nurhayati, meski gugatan dimenangkan pihak Sapri, dia tidak bisa payar pajak tanah karena suratnya tidak diakui oleh pemerintah, lantaran alat bukti tanah beralamat fiktif. Satpol PP Kota Tangerang juga tidak melakukan mengeksekusi. Malah eksekusi dilakukan oleh puluhan preman berbadan gelap.

"Eksekusi pertama dilakukan tahun 2006. Kami diintimidasi dan diancam. Mereka membongkar satu rumah keluarga kami yang berdiri diatas lahan itu. Tapi kami masih mempertahan lahan itu karena kita punya bukti yang sah," tandasnya.

Sementara kuasa keluarga Sapri, Devi Pati mengatakan, pihaknya tidak melakukan eksekusi, namun hanya ingin memagari lahan.
 
Menurutnya, lahan itu sudah mendapat keputusan tetap dari pengadilan yang dimenangkan Sapri ahli waris Ami Ahmad.

"Masalah ini secara perdata dan pidana sudah selesai. Pengadilan memutuskan tanah ini milik Sapri. Kita tidak bisa mengeksekusi lagi karena sudah pernah kita lakukan dua kali pada 2004 dan 2006. Kita mau melakukan pemagaran saja," tutur Devi.

TEKNO
Begini Cara Cek KTP Dipakai Pinjol Ilegal atau Tidak, Bisa Lewat Online

Begini Cara Cek KTP Dipakai Pinjol Ilegal atau Tidak, Bisa Lewat Online

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:33

Masyarakat bisa mengecek sendiri apakah KTP atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka pernah dipakai untuk pinjaman online (pinjol) tanpa izin.

TOKOH
Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56

Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.

BISNIS
Pertama di Tangerang, FBC Clinic Hadirkan Teknologi XERF untuk Pengencangan Kulit Tanpa Nyeri

Pertama di Tangerang, FBC Clinic Hadirkan Teknologi XERF untuk Pengencangan Kulit Tanpa Nyeri

Rabu, 20 Mei 2026 | 19:26

FBC Aesthetic and Revitalization Center, klinik estetika premium di Gading Serpong, Tangerang, meluncurkan XERF by Cynosure Lutronic, sebuah teknologi pengencangan (skin tightening) dan pengangkatan kulit (skin lifting) generasi terbaru.

BANDARA
Selesai Layani Keberangkatan 35.017 Jemaah Haji, Bandara Soetta Siapkan Fase Kepulangan Mulai 1 Juni

Selesai Layani Keberangkatan 35.017 Jemaah Haji, Bandara Soetta Siapkan Fase Kepulangan Mulai 1 Juni

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:45

Fase keberangkatan (embarkasi) jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 M melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) resmi berakhir pada Kamis 21 Mei 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill