Connect With Us

Australia Ancam Hentikan Bantuan untuk 6 Sekolah Islam

EYD | Jumat, 13 November 2015 | 07:32

Para orangtua melakukan demo ketika Pemerintah Australia mengancam akan menghentikan dana bantuan kepada 6 sekolah Islam di Negeri Kanguru (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Pemerintah Australia mengancam akan menghentikan bantuan dana bagi enam sekolah Islam swasta yang dikelola suatu yayasan yang diduga melakukan salah kelola keuangan.

Keenam sekolah itu tersebar di berbagai kota, namun berada di bawah pengelolaan yayasan Australian Federation of Islamic Councils. Sekolah-sekolah yang terdampak meliputi Islamic College di Sydney, Melbourne, Brisbane, Perth, Adelaide, dan Canberra.

Pemerintah telah menyampaikan surat peringatan resmi kepada pengelola sekolah menyusul temuan hasil audit yang digelar awal tahun ini. Menteri Pendidikan Australia Simon Birmingham mengatakan, pihaknya ingin memastikan bahwa semua sekolah memenuhi seluruh persyaratan yang diatur dalam UU Pendidikan.

“Semua sekolah harus memenuhi ketentuan UU guna memastikan uang rakyat serta sumbangan orangtua dipergunakan untuk kepentingan siswa,” kata Birmingham. “Keputusan ini telah kami pertimbangkan secara matang,” paparnya.

Birmingham menambahkan, semua sekolah harus menerapkan manajemen dan pertanggungjawaban keuangan demi menunjang hasil terbaik bagi siswanya. Tindakan pemerintah ini diambil menyusul adanya dugaan bahwa Australian Federation of Islamic Councils telah menyalahgunakan uang rakyat yang diperoleh melalui bantuan pemerintah.

Setiap sekolah diberi waktu 28 hari untuk menjawab surat peringatan ini. Jika tidak memenuhi harapan, maka sekolah yang bersangkutan akan dikeluarkan dari skema bantuan pemerintah untuk tahun anggaran selanjutnya.

OPINI
Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:26

Bangku-bangku kosong di ruang kelas sekolah negeri kini bukan lagi pemandangan yang hanya ditemukan di daerah terpencil. Fenomena tersebut mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kota-kota yang selama ini dikenal memiliki akses

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANTEN
Polda Banten Usut Dugaan Penculikan dan Pengeroyokan Aktivis di Lebak, Pelaku Masih Diburu

Polda Banten Usut Dugaan Penculikan dan Pengeroyokan Aktivis di Lebak, Pelaku Masih Diburu

Senin, 20 Juli 2026 | 14:27

Peristiwa dugaan tindak pidana pengeroyokan dan penculikan terhadap seorang aktivis bernama Fam Fuk Tjhong (Uun) di wilayah Kabupaten Lebak, dilaporkan ke Polda Banten.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill