Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com- Sejumlah ilmuwan Cina menggunakan glikoprotein, sejenis dengan Ebola untuk menciptakan virus mematikan yang telah mengakibatkan kematian sekelompok hamster.
Peneliti dari Universitas Kedokteran Hebei menemukan bahwa hamster mengalami penyakit serius mirip dengan Ebola pada manusia ketika terinfeksi dengan virus yang menyebarkan glikoprotein Ebola, sehingga menyebabkan penyebaran virus ke seluruh tubuh.
Dilansir dari The Mirror, Senin, 13 Mei 2024, Ebola, meskipun jarang, dapat menyebabkan penyakit serius hingga fatal pada manusia, masuk melalui luka kulit atau kontak dengan mata, hidung, atau mulut, dengan gejala termasuk demam, kelelahan, dan sakit kepala.
Dalam penelitian yang diterbitkan di ScienceDirect, para ilmuwan Cina menggunakan hamster untuk mereplikasi gejala Ebola di laboratorium, termasuk perkembangan koreng di mata, dengan tujuan memahami kondisi tersebut dan mencegah penyebarannya.
Karena keberbahayaan Ebola, peneliti menggunakan fasilitas Biosafety Level 2 (BSL-2) dengan virus stomatitis vesikuler yang membawa glikoprotein Ebola.
Dari 10 hamster yang digunakan, semuanya kecuali dua jantan mati, dengan virus menyebar ke seluruh tubuh, terutama di hati.
Model pengganti ini dianggap sebagai alat yang aman, efektif, dan ekonomis untuk penelitian praklinis dalam menangani Ebola di kondisi BSL-2, yang diharapkan mempercepat kemajuan teknologi dan penanganan penyakit virus Ebola.
"Untuk evaluasi praklinis yang cepat dalam tindakan penanggulangan medis terhadap EBOV (virus Ebola) dalam kondisi BSL-2, yang akan mempercepat kemajuan teknologi dan terobosan dalam menghadapi penyakit virus Ebola," ungkap peneliti.
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGBagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews