Menelisik Board of Peace Gaza Palestina Ala Trump
Jumat, 30 Januari 2026 | 20:34
Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
TANGERANGNews.com-Angka kecelakaan lalulintas Mudik Lebaran pada 2016 ini dibandingkan dengan tahun lalu berdasarkan Korlantas Mabes Polri mengalami peningkatan tajam mencapai 148 persen. Sejak kemarin hingga hari ini, tercatat 124 kecelakan.
Sejak 30 Juni sampai 1 Juli 2016 angka kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 124 kejadian. Angka ini meningkat 148 persen dibanding tahun lalu pada waktu yang sama yakni hanya terjadi 50 kecelakaan lalu lintas.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengaku, dirinya hingga saat ini belum mendapat laporan tersebut. Namun, dia memperkirakan kenaikan angkat kecelakaan di darat itu karena banyak yang kelelahan saat mengendarai kendaraan. “Antisipasinya ini kita minta Korlantas lebih tegas pelanggar lalu lintas dengan langsung tilang, tapi saya sampai saat ini belum ada dapat laporan itu, itu kemungkinan seluruh Indonesia dalam basis jalan raya,” ujar Jonan.
Penyebab kecelakaan tidak lain menurut Jonan, karena pengendara kurang istrirahat dan pihak kepolisian juga seharusnya lebih tegas. Tempat istirahat pun menurut dia, terutama di rest area jalan bebas hambatan sewajarnya ada waktu bergantian menggunakan rest area. “Harus ada gentian dong pas di rest area,” tuturnya.
Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
TODAY TAGSat Lantas Polres Metro Tangerang Kota menerapkan rekayasa lalu lintas selama beberapa hari ke depan seiring dengan penggunaan lokasi tersebut sebagai salah satu titik syuting film internasional terbaru yang dibintangi Lisa BLACKPINK
Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews