Connect With Us

Airlangga: Keputusan Partai Golkar Sudah Jelas, Kader Harus Kerja

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 19 Juni 2021 | 13:21

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat berada di Hotel Alana Colomadu. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com- Konsolidasi DPP Partai Golkar yang dikomandoi Airlangga Hartarto kepada pengurus dan kader ditargetkan untuk penguatan struktur pengurus daerah, Fraksi Partai Golkar, Ormas dan Organisasi Sayap tingkat Provinsi sampai Kab/kota se-Jawa Tengah.

Pengarahan Ketua Umum DPP Partai Golkar dihadapan kader Golkar se-Jateng, terkait berbagai strategi untuk pemenangan Pileg, Pilpres dan Pilkada 2024, mereka dikumpulkan di Hotel Alana Colomadu, Jumat 18 Juni 2021.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat berada di Hotel Alana Colomadu.

Airlangga mengatakan sesuai hasil Munas, Rapimnas dan Rakernas Partai Golkar, target menang pemilu presiden (pilpres), pemilu legislatif (pileg) dan pemilu kepala daerah (pilkada) adalah hal yang tak bisa ditawar.

"Sudah saatnya Partai Golkar menjadi nomor satu. Dan untuk menjadi nomor satu, tidak bisa dengan diam. Semua jajaran harus aktif," tegas Airlangga.

	Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat berada di Hotel Alana Colomadu.

Airlangga juga berpesan bahwa seluruh jajaran partai harus satu komando, dalam upaya merealisasikan target tersebut.

"Yang akan dimenangkan sudah jelas. Kalau mau menang, harus satu komando. Semua gerak. Tidak ada yang tidak aktif. Jika tidak bisa menjalankan, lebih baik duduk di pinggir saja, menjadi penonton. Kami minta semua jajaran berjuang bersama," tegasnya. 

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat berada di Hotel Alana Colomadu.

Airlangga juga meminta, agar jajaran partai memanfaatkan media sosial untuk penggalangan massa dan kekuatan.

"Sekarang era millenial. Manfaatkan media sosial untuk menyampaikan kinerja partai. Sehingga masyarakat melihat, bahwa Partai Golkar aktif. Bidang MPO (Media dan Penggalangan Opini) nanti akan mengevaluasi," tuturnya.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat berada di Hotel Alana Colomadu.

Dia menambahkan, saat ini sudah bukan waktunya bagi jajaran partai untuk berdiskusi. "Sekarang waktunya berperang. Sampaikan ke masyarakat, apa yang diperjuangkan Partai Golkar," katanya.

Lalu saat disinggung soal figur yang akan diusung partai Golkar dalam pilpres usai acara, Airlangga tidak menyebut nama.

"Sekarang waktunya bagi seluruh kader dan jajaran partai untuk nyambut gawe menghadapi Pemilu 2024. Ojo takok, ojo mikir sik. Nyambut gawe sik, Golkar target menang," tuturnya. (RED/RAC)

WISATA
Promo Bulan Mei, Howard Johnson Tangerang Tawarkan Paket 'May Escape' dan Kuliner Autentik

Promo Bulan Mei, Howard Johnson Tangerang Tawarkan Paket 'May Escape' dan Kuliner Autentik

Kamis, 7 Mei 2026 | 22:17

Menghabiskan waktu liburan tidak selalu harus menempuh perjalanan jauh. Sepanjang bulan Mei 2026, Howard Johnson By Wyndham Tangerang menghadirkan pengalaman “One Stop Vacation”, sebuah konsep liburan terpadu yang memadukan kenyamanan menginap

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

NASIONAL
Pakar Nilai Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Penuh Kejanggalan

Pakar Nilai Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Penuh Kejanggalan

Kamis, 7 Mei 2026 | 13:13

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menyinggung sejumlah kejanggalan di balik pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill