Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026
Senin, 6 Juli 2026 | 12:59
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
TANGERANGNEWS.com- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, yang akan menghadiri sejumlah acara di Kota Surakarta, menyempatkan diri berziarah ke Komplek Pemakaman Astana Oetara, Surakarta, Jumat (18/6). Dari situ diketahui bahwa Airlangga masih ada keturunan dari Trah Mangkunegara.
Astana Oetara adalah Komplek Pemakaman Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara VI beserta keluarga, kerabat dan para abdi dalemnya.

Eyang dari Airlangga Hartarto, yang bernama R Sastro Sunarto bin RM Ng Mangoen Bisono dan istrinya, RM Ngt Soeparti Soenarto binti R Ng Parto Waidjojo Hardjowoewito dimakamkan di komplek pemakaman bagian depan.

"Itu tadi, ayahnya Bapak saya, jadi Eyang Kakung dan Eyang Putri," ujar Airlangga singkat, sebelum meninggalkan komplek pemakaman.

Menurut keterangan dari Juru Kunci Astana Oetara, RM Haryanto, semua yang dimakamkan di Astana harus ada kaitannya dengan Mangkunegara VI, dan R Sastro Sunarto adalah salah satu pejabat di Era Mangkunegara VI dan yang juga masih ada hubungan kerabat.

"Dulu Eyangnya Pak Airlangga adalah Jaksanya Mangkunegara VI, dan juga ada keturunan trah dari Mangkunegara II," ujar Haryanto.
Selain Eyangnya ada sejumlah anggota keluarga lain lain seperti Bulek dan Bude dari Airlangga Hartarto yang juga dimakamkan di sana.

Selepas Ziarah dan Sholat Jumat, Airlangga dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan perwakilan alumni Program Kartu Prakerja di Hotel Alila, dan menjadi pembicara pada acara Webinar bersama Civitas Akademika Universitas Sebelas Maret (UNS). (RED/RAC)
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
TODAY TAGPengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews