Connect With Us

Sanksi Ziarah Makam COVID-19 Bagi Pelanggar di Tangsel Tuai Kritik

Rachman Deniansyah | Selasa, 19 Januari 2021 | 17:17

Tampak para pelanggar protokol kesehatan di suruh berziarah ke makam khusus jenazah terinfeksi COVID-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Ciputat, Tangsel. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Sanksi ajakan bagi para pelanggar protokol kesehatan untuk berziarah ke makam khusus COVID-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, menuai kritik. 

 

Tak tanggung-tanggung, kritikan tersebut justru datang dari seorang epidemiologi asal Griffith University, Dicky Budiman.

 

Dia menyayangkan sanksi tersebut.  Bahkan, dia menyebut bahwa hukuman seperti itu tak ubahnya seperti hukuman yang terjadi pada zaman kolonialisme.

 

"Hukuman zaman kolonialisme kita kan begitu, salah dihukum. Murid salah dihukum di depan, itu kolonialisme. Enggak ada basis sains," ungkap Dicky saat dihubungi awak media, Selasa (19/1/2021). 

 

"Setiap tindakan, setiap kebijakan itu harus berbasis sains. Jadi hukuman yang sifatnya seperti itu harusnya untuk situasi pandemi tidak terjadi," katanya. 

 

Ia juga menilai bahwa hukuman dengan mengajak para pelanggar ke makam COVID-19 sangat berisiko. 

 

"Selain tidak ada basis risetnya yang mendukung, itu juga dapat menimbulkan risiko lain. Menambah risiko, bawa orang berkontak, jumlah orang bisa banyak. Jadi ini yang harus di pertimbangkan," terangnya. 

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel Muksin Al Fachry berpendapat hukuman yang diberikan aman tak akan berisiko terhadap penularan para pelanggar. 

 

"Ya kami tau kan pemakaman itu bukan tempat pasien yang bisa menularkan COVID-19. Kan sudah meninggal. Apalagi kuburan tersebut posisinya sepi, panas dan sudah lama. Artinya bukan tempat klaster. Kita pikir ya enggak mungkin lah bisa menularkan," ucap Muksin. 

 

Terkait efektivitas, Muksin mengatakan, pihaknya telah mencoba berbagai cara. Tujuannya, agar masyarakat sadar atas pentingnya mematuhi protokol kesehatan. 

 

"Soal efektivitas kan semua sanksi kita coba.Efektif atau tidak efektifnya kita kan enggak main data. Artinya ini sifatnya hanya reflek bukan membuat jera," pungkasnya.

BISNIS
PLN Catat Penambahan 3,5 Juta Pelanggan Baru Pada 2023, Terbesar dari Sektor Rumah Tangga

PLN Catat Penambahan 3,5 Juta Pelanggan Baru Pada 2023, Terbesar dari Sektor Rumah Tangga

Senin, 3 Juni 2024 | 10:11

PT PLN (Persero) berhasil menambah 3,5 juta pelanggan pada tahun 2023, sehingga total pelanggan mencapai 89,15 juta.

SPORT
2.089 Atlet Bakal Bertanding di POPDA XI Banten, Kota Tangerang Pede Raih Juara Umum

2.089 Atlet Bakal Bertanding di POPDA XI Banten, Kota Tangerang Pede Raih Juara Umum

Sabtu, 8 Juni 2024 | 00:01

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang sebagai rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke-XI Tingkat Provinsi Banten 2024, telah mematangkan berbagai persiapan untuk pelaksanaan event yang akan dibuka pada Sabtu 8 Juni 2024.

BANDARA
Layanan Transportasi Darat di Terminal 1 Bandara Soetta Dipindah, Begini Skemanya

Layanan Transportasi Darat di Terminal 1 Bandara Soetta Dipindah, Begini Skemanya

Senin, 10 Juni 2024 | 16:50

Mulai Selasa 11 Juni 2024, lokasi sejumlah layanan moda transportasi darat di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang, dipindahkan untuk lebih memudahkan penumpang.

HIBURAN
Terlihat Adem Ayem, Ruben Onsu Putuskan Gugat Cerai Sarwendah 

Terlihat Adem Ayem, Ruben Onsu Putuskan Gugat Cerai Sarwendah 

Kamis, 13 Juni 2024 | 11:07

Rumah tangga presenter kondang Ruben Onsu berujung perceraian. Gugatan terhadap Sarwendah, istri Ruben, telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill