Connect With Us

Sampah APD Bertebaran di Makam COVID-19 TPU Jombang

Rachman Deniansyah | Senin, 18 Januari 2021 | 21:32

Tampak berserakan sampah medis alat pelindung diri di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Blok makam pemakaman COVID-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan dikotori dengan sampah medis berupa Alat Pelindung Diri (APD) bekas pakai yang bertebaran. 

 

Hal tersebut sangat disayangkan, sebab telah membuat pemandangan lahan pemakaman menjadi tak elok. Berbagai APD yang bertebaran, mulai dari baju hazmat, masker, hingga sarung tangan bekas pakai berserakan di sana. 

Di sisi lainnya, APD bekas pakai itu juga terlihat menumpuk di sejumlah sudut yang dijadikan tempat pembakaran sampah. Lokasinya tak jauh dari area pemakaman. 

 

Kepala TPU Jombang Tabroni menjelaskan, pemandangan yang tak enak dipandang tersebut terjadi akibat pihaknya belum memiliki tempat pembuangan khusus yang mrnampung sampah medis tersebut. 

 

"Nah itu kita sudah pengajuan drum untuk bakar sampah di bawah. Tapi sampai hari ini lagi proses mungkin ya. Itu untuk sampah baju APD," ujar Tabroni kepada awak media, Senin (18/1/2021).

Atas kondisi itulah, sampah medis di area pemakaman tak dapat dihindari hingga berserakan di sudut area pemakaman. 

 

Meski pengajuan atas wadah penampungan sampah medis itu telah lama diajukan.

 

"Kita sudah pengajuan ke atasan. mungkin atasan yang lebih berwenang. Kami sudah ngajukan, katanya nanti kami bisa dapat," tuturnya.

 

Dengan demikian, sejauh ini untuk menanggulangi penumpukan sampah yang berlebih, Tabroni mengakalinya dengan cara membakarnya. 

 

"Iya makanya kami manual aja, kami bakar," katanya.

Sementara itu di lokasi terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Deden Deni mengakui kondisi tersebut. 

 

Ia mengatakan, persoalan tersebut kini menjadi catatan Dinas Kesehatan. 

 

"Iya jadi catatan kami. Kami nanti koordinasi dengan Dinas Perkimta. Itu masalah, nanti diedukasi para pelaku-pelaku ke petugas-petugas yang melaksanakan pemakaman," kata Deden saat ditemui di Kantor UDD PMI Tangsel.

 

Sejauh ini,  persoalan sampah medis diserahkan kepada pihak ketiga. Namun masih terbatas untuk sampah di Puskesmas dan rumah sakit. 

 

"Di pihak ketiga kalau sampah medis itu. Tapi maksudnya gini, kalau yang di puskesmas dan rumah sakit dipihak ketigakan pengelolaan sampah medisnya. Nanti dimusnahkan, laporannya ke kami setiap bulan," pungkasnya.

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill