Connect With Us

Dua Korban Jiwa Letusan Gunung Semeru Ditemukan Saling Berpelukan

Tim TangerangNews.com | Senin, 6 Desember 2021 | 09:47

BNPB menyebutkan hingga Minggu 5 Desember 2021 sore, musibah erupsi Gunung Semeru mengakibatkan 14 orang meninggal. (@TangerangNews / AFP)

TANGERANGNEWS.com – Dua korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur pada Sabtu 4 Desember 2021 pukul 15.00 WIB, ditemukan oleh tim relawan sedang berpelukan pada Minggu 5 Desember 2021. 

Dua korban tersebut merupakan bagian dari 14 korban tewas yang sejauh ini sudah berhasil ditemukan. Kedua korban itu berasal dari Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Kedua jenazah yang tengah berpelukan itu ditemukan oleh relawan Baret Rescue Gerakan Pemuda Nasdem Jember saat menyisir di lokasi terdampak bencana erupsi Gunung Semeru.

 “Kami menemukan ada beberapa jenazah tadi, ada ibu dan anak yang berpelukan atau digendong,” kata Ketua Baret Nasdem Jember David Handoko Seto, Minggu 5 Desember 2021, seperti dikutip dari Kompas. 

Tim relawan, kata David, juga menemukan beberapa jenazah yang diduga penggali pasir di Kecamatan Pronojiwo. Selain itu, timnya juga melihat sejumlah jenazah yang terjebak di dalam truk. Namun, saat itu relawan belum bisa mengevakuasi jenazah karena di sekitar wilayah itu masih panas.

Selain korban jiwa, erupsi Gunung Semeru mengakibatkan sebanyak 56 warga menderita luka ringan hingga berat. Rinciannya, sebanyak  35 orang menderita luka berat dan 21 lainnya mengalami luka ringan.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, hingga Minggu 5 Desember 2021 sore, musibah ini mengakibatkan 14 orang meninggal. “Per pukul 17.30 WIB ini jumlah korban meninggal dunia terdata hingga saat ini berjumlah 14 orang,” kata Abdul.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

WISATA
Dari Lahan Terbengkalai Jadi Spot Wisata Keluarga, Intip Wajah Baru Alun-Alun Pondok Ranji

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Spot Wisata Keluarga, Intip Wajah Baru Alun-Alun Pondok Ranji

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:52

Kawasan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini punya ikon baru. Alun-alun Pondok Ranji bertransformasi menjadi ruang publik yang modern, inklusif, dan ramah keluarga.

KAB. TANGERANG
Banyak Warga Nikah Siri, 1.000 Pasangan di Kabupaten Tangerang Ditarget Ikut Isbat Nikah

Banyak Warga Nikah Siri, 1.000 Pasangan di Kabupaten Tangerang Ditarget Ikut Isbat Nikah

Kamis, 14 Mei 2026 | 17:51

Fenomena pernikahan siri atau pernikahan yang belum tercatat secara negara masih banyak ditemukan di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang, terutama pasangan lanjut usia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill