YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Ramadan di 13 Lokasi se-Indonesia
Jumat, 27 Februari 2026 | 21:02
YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Ramadan di 13 Lokasi se-Indonesia
TANGERANGNEWS.com – Dua korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur pada Sabtu 4 Desember 2021 pukul 15.00 WIB, ditemukan oleh tim relawan sedang berpelukan pada Minggu 5 Desember 2021.
Dua korban tersebut merupakan bagian dari 14 korban tewas yang sejauh ini sudah berhasil ditemukan. Kedua korban itu berasal dari Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Kedua jenazah yang tengah berpelukan itu ditemukan oleh relawan Baret Rescue Gerakan Pemuda Nasdem Jember saat menyisir di lokasi terdampak bencana erupsi Gunung Semeru.
“Kami menemukan ada beberapa jenazah tadi, ada ibu dan anak yang berpelukan atau digendong,” kata Ketua Baret Nasdem Jember David Handoko Seto, Minggu 5 Desember 2021, seperti dikutip dari Kompas.
Tim relawan, kata David, juga menemukan beberapa jenazah yang diduga penggali pasir di Kecamatan Pronojiwo. Selain itu, timnya juga melihat sejumlah jenazah yang terjebak di dalam truk. Namun, saat itu relawan belum bisa mengevakuasi jenazah karena di sekitar wilayah itu masih panas.
Selain korban jiwa, erupsi Gunung Semeru mengakibatkan sebanyak 56 warga menderita luka ringan hingga berat. Rinciannya, sebanyak 35 orang menderita luka berat dan 21 lainnya mengalami luka ringan.
Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, hingga Minggu 5 Desember 2021 sore, musibah ini mengakibatkan 14 orang meninggal. “Per pukul 17.30 WIB ini jumlah korban meninggal dunia terdata hingga saat ini berjumlah 14 orang,” kata Abdul.
YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Ramadan di 13 Lokasi se-Indonesia
TODAY TAGPertumbuhan e-commerce dan layanan digital di Indonesia menuntut infrastruktur yang selalu online, cepat, dan aman. Salah satu ancaman terbesar adalah serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang dapat membuat website tidak dapat diakses
Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews