Makan Puas Kuliner Asia Rp188 Ribu, Ada Sushi dan Peking Duck di VIVERE Hotel
Selasa, 15 September 2026 | 14:46
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pilihan makan siang akhir pekan melalui program “All Around Asia” di Yin & Yum All Day Dining.
TANGERANGNEWS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tidak bakal maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Salah satu alasannya karena dirinya bukan orang Jawa.
Menurut Luhut, ia realistis dengan keadaan saat ini yang ada pada masyarakat Indonesia, sehingga tak memungkinkan untuk maju sebagai calon presiden. "Bukan dari ras atau agama, tapi rasanya tidak mungkin kalau bukan orang Jawa yang jadi presiden di republik ini, karena mayoritas penduduk di Indonesia, ya orang Jawa," ujar Luhut di acara talk show virtual, Senin 17 Januari 2022.
Luhut juga mengaku tak mau memimpikan dirinya menjadi presiden. "Saya tahu diri dengan usia, posisi saya dengan segala sesuatu yang saya miliki, ngapain saya mimpi dengan hal yang enggak mungkin, dan akhirnya itu akan menyakitkan dirimu sendiri," tutur Luhut.
Bagi Luhut, untuk mengabdikan diri kepada negara ada banyak jalan dan bisa dilakukan dengan berbagai cara lain sehingga tak harus menjadi menjadi seorang presiden. “Untuk mengabdi kepada negara tak harus jadi presiden, dan kita harus mengukur diri,” ucapnya.
Luhut menekankan pentingnya mengukur diri karena ada orang yang tidak bisa mengukur dirinya sendiri. "Saya kira banyak orang yang di luar sana tidak bisa mengukur diri dan merasa dia paling hebat," kata Luhut.
Lebih lanjut Luhut menganggap, banyak generasi muda yang lebih kompeten menjadi presiden. “Kita melihat kemampuannya, karakternya, background, untuk memanage negara ini,” tuturnya.
Luhut juga berpendapat mungkin saja di Indonesia pada 10 tahun mendatang kondisinya sudah berubah, yakni dalam memilih pemimpin tidak lagi berdasarkan pada latar belakang seseorang.
TODAY TAGVIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pilihan makan siang akhir pekan melalui program “All Around Asia” di Yin & Yum All Day Dining.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Tujuh mahasiswi asal Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) jadi korban penipuan agen tiket bus bodong di media sosial.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews