Connect With Us

MUI: Aturan soal Pengeras Suara di Masjid Penerapannya Tidak Kaku

Tim TangerangNews.com | Senin, 21 Februari 2022 | 21:42

Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh. (@TangerangNews / Dok. Mui.or.id)

TANGERANGNEWS.com–Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi terbitnya Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05/2022 soal pedoman penggunaan pengeras suara di masjid dan musala. Bagi MUI, penerapan aturan tersebut tidak kaku.

Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam mengatakan, aturan tersebut harus memperhatikan kearifan lokal yang berkembang dan tumbuh di masyarakat sekitar. "Aturan ini harus didudukkan dalam kerangka aturan umum, tak bisa digeneralisasi,” kata Asrorun dalam keterangan tertulisnya, Senin 21 Februari 2022.

Asrorun melanjutkan, kalau di suatu daerah terbiasa dengan tata cara yang sudah disepakati bersama, dan itu diterima secara umum, maka hal itu bisa dijadikan pijakan. “Jadi penerapannya tidak kaku," ujarnya.

Asrorun juga menyampaikan mengapresiasi terbitnya SE Menteri Agama tersebut karena sesuai dengan hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia pada 2021.

"Saya mengapresiasi atas terbitnya SE itu sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemaslahatan dalam penyelenggaraan aktivitas ibadah," tutur Asrorun. 

Ia menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan ibadah, ada jenis ibadah yang memiliki dimensi syiar, sehingga membutuhkan media untuk penyiaran, termasuk azan.

Namun dalam pelaksanaannya, sambung Asrorun, perlu diatur agar berdampak baik bagi masyarakat. Maksudnya, jemaah dapat mendengar syiar, namun tidak menimbulkan mafsadah (menimbulkan kerugian bagi orang lain). 

"Karenanya, perlu aturan yang disepakati sebagai pedoman bersama, khususnya terkait penggunaan pengeras suara di tempat ibadah untuk mewujudkan kemaslahatan dan menjamin ketertiban serta mencegah mafsadah yang ditimbulkan," terangnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan edaran yang mengatur penggunaan pengeras suara di masjid dan musala yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05/2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara. "Pedoman diterbitkan sebagai upaya meningkatkan ketenteraman, ketertiban, dan keharmonisan antarwarga masyarakat," kata Yaqut.

Yaqut menyatakan, penggunaan pengeras suara di masjid dan musala merupakan kebutuhan bagi umat Islam sebagai salah satu media syiar Islam di tengah masyarakat.

Namun di sisi lain, masyarakat Indonesia juga beragam, baik agama, keyakinan, latar belakang, dan lainnya, sehingga diperlukan upaya demi merawat persaudaraan dan harmoni sosial.

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

BISNIS
Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:07

Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.

KAB. TANGERANG
BRIN Dorong SIDOMI PMI Kabupaten Tangerang Digunakan Secara Nasional

BRIN Dorong SIDOMI PMI Kabupaten Tangerang Digunakan Secara Nasional

Kamis, 1 Oktober 2026 | 21:57

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong aplikasi SIDONI yang dikembangkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang dapat dimanfaatkan secara nasional.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill