Connect With Us

Aparat Didesak Tangkap Pendeta Saifuddin, Persekutuan Gereja Angkat Bicara

Tim TangerangNews.com | Jumat, 18 Maret 2022 | 11:42

Saifuddin Ibrahim. (@TangerangNews / Instagram)

TANGERANGNEWS.com–Kalangan Komisi VIII DPR RI yang di antaranya membidangi agama mendesak kepolisian segera menangkap seorang pria mengaku sebagai pendeta, Saifuddin Ibrahim yang meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menghapus 300 ayat suci Alquran. 

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menyatakan, video Saifuddin yang meminta Menag menghapus 300 ayat Alquran sudah viral dan jelas-jelas menista umat Islam. "Aparat harus segera menangkap dan menindak tegas Pendeta Saefudin Ibrahim," tegas Yandri dalam pesannya kepada wartawan, Kamis 17 Maret 2022.

Yandri juga mengecam pernyataan Saifuddin  yang menyebut pesantren sebagai sumber teroris. Menurut Wakil Ketua Umum PAN itu, pernyataan Saifuddin tersebut menyakiti ulama dan kiai yang selama ini mendidik para santri untuk mengabdi pada umat, bangsa, dan negara.

Yandri menekankan, masalah toleransi sudah selesai bagi umat Islam dengan komitmen untuk saling menghormati antarumat beragama. Oleh karena itu, orang-orang yang ingin merusak kehidupan antarumat beragama tak boleh diberi ruang.

"Jangan beri ruang sedikitpun bagi mereka yang mengusik dan memprovokasi kehidupan beragama yang sudah berjalan baik di Indonesia," ujar dia.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily menilai ucapan pendeta Saifuddin mengganggu kerukunan umat beragama. "Seharusnya penegak hukum bertindak tegas terhadap Saifuddin ini. Jelas orang ini ingin mengganggu kerukunan umat beragama," tegas Ace kepada wartawan, Kamis 17 Maret 2022.

Ketua DPP Golkar itu mengatakan bahwa pernyataan pendeta Saifuddin jelas membuat keonaran dan ingin memecah belah umat. "Untuk apa dia menyampaikan pandangan agama yang bukan diyakininya? Apalagi menyebut ayat Alquran perlu dihapus? Terus juga menyebut pesantren sebagai sarang teroris," kata Ace.

Terkait kasus tersebut, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyatakan bahwa pernyataan Saifuddin Ibrahim yang meminta 300 ayat Alquran dihapus merupakan sikap pribadi dan tak terkait organisasi maupun gereja.

"Itu pernyataan pribadi. Tidak ada kaitannya dengan PGI dan gereja-gereja pada umumnya. Kebetulan aja saudara Saifudin Ibrahim dibilang atau menyebut diri pendeta," ujar Kepala Humas PGI Jeirry Sumampow seperti dilansir dari CNNIndonesia, Kamis 17 Maret 2022.

Menurut Jeirry, masyarakat tak perlu menanggapi lebih jauh pernyataan Saifuddin tersebut. "Jadi kalau ditanggapi lebih panjang malah dia akan makin senang," kata Jeirry.

Jeirry menilai, Saifuddin hanya sedang mencari sensasi dengan membuat sesuatu yang kontroversial dan provokatif. Masyarakat, khususnya umat Islam sebaiknya tidak terprovokasi dengan Saifuddin. "PGI berharap dihentikan saja membahas dan membicarakan soal itu," ujarnya.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill