Connect With Us

Hasil Survei Warga Jakarta Ingin Pj Gubernur yang Netral, Ini Sosoknya

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 4 Oktober 2022 | 21:44

Lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) survei kandidat yang dianggap layak sebagai Pj gubernur DKI Jakarta di Kota Tangerang, Selasa, 4 Oktober 2022. (Achmad Irfan Fauzi / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com-Warga DKI Jakarta menginginkan sosok penjabat (Pj) gubernur DKI Jakarta yang netral dari kepentingan politik.

Seperti diketahui, masa kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta akan berakhir pada 16 Oktober 2022, dan akan digantikan oleh Pj Gubernur.

Adapun DPRD DKI Jakarta telah menetapkan tiga nama calon Pj gubernur, yakni Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekda DKI Marullah Matali, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar.

Lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) pun melakukan survei kandidat yang dianggap layak sebagai Pj gubernur DKI.

Hasilnya, survei yang dilakukan selama periode 20-24 September 2022, sebanyak 42 persen warga DKI memilih Bahtiar menjadi Pj gubernur DKI.

Direktur Eksekutif KPN Adib Miftahul mengatakan, saat responden disodorkan pertanyaan jika diberi hak suara, siapa yang akan dipilih sebagai Pj gubernur DKI masa tugas 2022-2024.

Sebanyak 42 responden memilih Bahtiar menakhodai DKI  sebagai Pj gubernur.  Sementara, sebanyak 26 persen menghendaki Marullah Matali, 7 persen Heru Budi Hartono, dan 25 persen responden tidak menjawab.

"Bahtiar mendapatkan perhatian publik paling tinggi, sementara Heru Budi Hartono paling rendah," ungkap Adib saat menggelar konferensi pers di bilangan Kota Tangerang, Selasa, 4 Oktober 2022.

Harapan publik pada Bahtiar, lanjut Adib, karena 26 persen responden menghendaki Pj gubernur DKI sosok yang netral dari kepentingan politik, 12 persen menghendaki netral dari polarisasi masa lalu. Sementara 34 persen menginginkan sosok yang ramah dan merakyat.

"Angka tersebut merujuk kepada sosok Bahtiar yang berlatarbelakang birokrat dan bisa menjadi jembatan antara kepentingan Pemprov DKI Jakarta dengan pemerintah pusat," jelasnya.

Menurutnya, peta politik di DKI sejak medio 2017 kental dengan politik identitas, sehingga harapan publik pun tercermin dari angka 12 persen Pj gubernur DKI netral dari polarisasi masa lalu.

"Dampak dari polarisasi itu kemudian yang membuat responden khawatir, sehingga sangat realistis sekali jika ada temuan 26 dan 12 persen Pj gubernur DKI Jakarta yang netral," katanya.

"Dari tiga sosok calon Pj gubernur DKI Jakarta, sangat mudah dianalisa, misalnya Pak Heru kental dengan pusaran istana, Pak Marullah dicap sebagai orangnya Anies Baswedan. Makanya sangat logis Bahtiar menjadi titik tengah yang dipilih warga DKI, karena mereka ingin merdeka dari polarisasi," terang Adib.

Komunikolog politik dari Forum Politik Indonesia Tamil Selvan mengatakan, pilihan responden kepada Bahtiar karena menginginkan figur Pj Gubernur DKI yang tidak terafiliasi secara politik.

"Jika kita menggunakan pendekatan analisa SWOT, tentunya Pak Heru itu dekat dengan lingkaran kekuasaan di istana. Tentunya ada poin-poin di benak masyarakat nantinya ketika di 2024 terjadi kontestasi, akan terjadi ketidakseimbangan, terjadi keberpihakan," katanya.

"Begitu juga poin kepada Pak Marullah selaku Sekda DKI Jakarta. Karena kita tahu, Pak Anies sebagai capres. Walau bagaimana pun, ada keterikatan emosi antara Marullah dengan Anies," tuturnya seraya menyebut sosok Bahtiar lebih independen dari keduanya.

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan kepada 600 responden di DKI Jakarta dengan metode Multistage Random Sampling yang dilakukan melalui kuesioner digital dan sambungan telepon. Margin error 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

HIBURAN
Mulai Maret 2026 Bakal Ada Bioskop Mini di Alfamart, Lokasi Pertamanya di Gading Serpong

Mulai Maret 2026 Bakal Ada Bioskop Mini di Alfamart, Lokasi Pertamanya di Gading Serpong

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:15

Jejaring retail PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart akan menghadirkan inovasi gerai yang tak hanya sebagai tempat belanja kebutuhan harian, namun juga sarana hiburan bioskop mini bernama “Layar Digi”.

TANGSEL
KPK Geledah Safe House di Ciputat, Sita Koper Isi Rp5,19 Miliar Kasus Suap Pejabat Bea Cukai

KPK Geledah Safe House di Ciputat, Sita Koper Isi Rp5,19 Miliar Kasus Suap Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 28 Februari 2026 | 18:16

Penyidik KPK menemukan lima koper berisi uang tunai senilai lebih dari Rp5,19 miliar yang disembunyikan di sebuah rumah aman (safe house) di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill