Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Masih banyak ditemukan kondisi jalanan di Tangerang dalam keadaan rusak bahkan berlubang
Terlebih ketika musim penghujan tiba, jalan yang berlubang itu makin parah. Ternyata kondisi tersebut tak hanya bisa merusak kendaraan, tetapi juga dapat berdampak kurang baik pada tubuh dalam jangka panjang.
Instruktur keselamatan berkendara dari Rifat Drive Labs (RDL) Doddy Setiadi mengatakan, melintasi jalan rusak atau berlubang secara sembarangan berimbas negatif untuk tubuh, bahkan menimbulkan cedera punggung.
“Rata-rata memang cedera tulang punggung, back pain. Karena memang sering terjadi karena guncangan. Nah, itu lebih banyak terjadi pada orang-orang semua bebannya ditumpu di tempat duduk,” ujar Doddy seperti dikutip dari kompas.com, Jumat 16 Desember 2022.
Untuk itu, sebaiknya para pengendara motor membiasakan diri mengangkat bokong ketika melewati jalan rusak atau berlubang.
“Terutama karena guncangan banyak dan jalanan tidak rata, itu sebaiknya titik berat sepeda motor itu di bawah, jadi kita berdiri,” kata Doddy.
Menurut Doddy, dengan teknik tersebut selain mengurangi guncangan, menggeser titik tumpu motor dari bokong ke foot step akan membuat pengendalian motor jadi lebih stabil.
Cara ini ini bisa dipakai sehari-hari, ketika melewati jalanan rusak atau underpass yang memiliki sambungan.
"Nah itu biasanya kan sangat terasa, makanya banyak pengendara sepeda motor, punggungnya itu sakit karena sering melewati itu,” tukasnya.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGEvent lari GRID Cardio Rush 2026, kembali digelar GRID Fitness pada 2 Agustus 2026 mendatang di Carstensz Mall, Gading Serpong, Tangerang.
Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin akhirnya padam, setelah petugas pemadam berjibaku memadamkan api selama 10 hari sejak Selasa 30 Juni 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews