Connect With Us

Pengusaha Asal Tangerang Kecam Tren 'Ngemis Online', Pelaku Malah Minta Rp200 Juta

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 18 Januari 2023 | 16:55

Pengusaha sekaligus konten kreator asal Tangerang, Henry Kurnia Adhi atau Jhon LBF, mengecam aksi mengemis online di TikTok. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Beberapa waktu ini media sosial tiktok tengah diramaikan dengan sebuah tren live streaming mengguyur ibu-ibu paruh baya/lansia demi mendapatkan saweran dari penonton. Aksi ini dianggap sebagai mengemis online.

Sontak hal ini mendapat kecaman dari warganet lantaran selain tampak tidak manusiawi, bisa saja membahayakan kondisi kesehatan dari ibu-ibu lansia tersebut.

Namun, meski mendapat tanggapan negatif dari berbagai pihak, pria yang menjadi pelaku pengorganisir live ibu-ibu diguyur itu enggan untuk menghentikan aksinya. 

"Saya camkan lagi temen-temen, ya. Saya tidak butuh viral pokoknya," ujar pria itu dalam unggahan video tiktok yang beredar.

Menanggapi hal tersebut, pengusaha sekaligus konten kreator asal Tangerang, Henry Kurnia Adhi atau akrab dipanggil Jhon LBF, meminta pria itu menghentikan aksinya.

Sebab, hal itu sama saja dengan ia menyiksa ibu kandungnya sendiri.

"Kalau itu ibu kandung anda, coba anda berfikir lagi, itu anda nyiksa orang tua, ya. Kamu suruh dia mandi, untuk kamu dapat koin-koin di live tiktok," ujarnya dalam unggahan di akun TikTok pribadinya, Jumat 13 Januari, lalu.

Hingga tulisan ini dibuat, unggahan di akun @john.lbf_official itu telah mencapai 2,8 juta penonton dengan like sebanyak 121,9 ribu dan 4 ribu komentar.

Dalam video itu, ia juga memperingatkan bahwa masih banyak cara lain yang dapat ditempuh untuk mendapatkan uang. Bahkan, John menawarkan pria tersebut untuk bekerja di perusahaan miliknya.

"Mungkin kalau mas berkenan juga, bisa kerja di perusahaan saya aja dari pada nyuruh ibu kamu live sambil kamu guyur air seperti itu. Nggak bagus buat kesehatannya," katanya.

Setelah ditanggapi oleh John LBF, pria yang belum diketahui identitasnya itu justru meminta tawaran uang senilai Rp200 juta jika tidak ingin melihatnya melakukan aksi live mengguyur lansia.

"Mas John, kalau mas John LBF official tidak mau melihat kami live streaming di tiktok seperti ini, transfer kami Rp200 juta mas John, karena mas Jhon orang kaya seperti di video-videonya," ucap pria tersebut.

Pria itu beralasan transfer Rp200 juta itu akan dipergunakan untuk modal usaha keluarganya sehingga tidak perlu lagi live streaming. Ia pun berjanji tidak akan melakukannya lagi apabila sudah ditransfer.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

TANGSEL
Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Rabu, 4 November 2026 | 21:17

Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Gugun Gumilar turun tangan merespons insiden rusaknya pengeras suara Masjid Al-Falah di Komplek Alvita, Pondok Sawah Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akibat ditembak seorang warga.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill