Connect With Us

BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlangsung hingga Februari 

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 13 Januari 2024 | 19:46

Ilustrasi hujan disertai petir. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Indonesia masih akan berlangsung hingga Februari 2024 mendatang.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, Februari akan menjadi puncak musim hujan di Indonesia.

Untuk itu, Dwikorita mengimbau agar masyarakat waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi beberapa waktu ke depan.

"Potensi hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi masih memiliki peluang yang tinggi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia," ujar Dwikorita dalam keterangannya, Jumat, 12 Januari 2024.

Dijelaskan Dwikorita, terdapat tiga penyebab dari terjadinya cuaca ekstrem, dianya Oalah aktivitas siginifikan dari Monsun Asia dalam beberapa hari terakhir.

Lebih lanjut, kondisi ini berpeluang disertai dengan fenomena seruakan dingin, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Kata Dwikorita, penyebab kedua ialah adanya daerah tekanan rendah yang terpantau di sekitar Laut Timor, Teluk Carpentaria dan di Samudra Hindia barat Sumatra yang dapat memicu terbentuknya pola pumpunan dan perlambatan kecepatan angin di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan ekuator, serta dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan angin kencang di Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi bagian selatan, serta berdampak pada peningkatan gelombang tinggi di perairan sekitarnya.

Terakhir, gelombang atmosfer menunjukkan aktivitas siginifikan dalam peningkatan pertumbuhan awan hujan dan potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.

"Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang terbentuk bersamaan dengan aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial," terangnya.

Dwikorita mengimbau, agar masyarakat khususnya di dataran tinggi atau rawan longsor dan banjir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang dan berkurangnya jarak pandang.

"Sebaiknya, secara berkala atau sebelum beraktivitas, masyarakat memantau informasi cuaca yang dikeluarkan resmi oleh BMKG," tutupnya.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

TEKNO
Download Aplikasi by.U: Cara Instal dan Kenali Fitur Utamanya

Download Aplikasi by.U: Cara Instal dan Kenali Fitur Utamanya

Senin, 21 September 2026 | 17:29

Aplikasi by.U menjadi pusat pengelolaan layanan yang bisa kamu akses langsung dari perangkat mobile. Dari satu aplikasi, kamu dapat mengecek kuota, melakukan pembelian, melihat promo, mengumpulkan uCoin, dan mencari hiburan ketika sedang senggang.

BANTEN
Daratan Seluas 30,3 Hektare Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Bukan “Cucu” Krakatau

Daratan Seluas 30,3 Hektare Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Bukan “Cucu” Krakatau

Rabu, 23 September 2026 | 19:21

Daratan baru seluas sekitar 30,3 hektare muncul di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Lampung Selatan. Kemunculan daratan tersebut berasal dari material vulkanik yang terakumulasi selama aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill