Connect With Us

Timnas AMIN Sebut Anies Bakal Tampil Lebih Menyerang di Debat Terakhir Capres Cawapres

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 3 Februari 2024 | 15:59

Debat ketiga Capres 2024 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Minggu, 8 Januari 2024. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan disebut bakal tampil lebih menyerang pada debat capres kelima dibanding debat ketiga.

Hal itu dikatakan oleh Juru Bicara Tim Nasional Anies-Muhaimin (Timnas AMIN) Indra Charismiadji.

"Habis rapat persiapan debat terakhir. Wah serem banget, Anies akan lebih menyerang dari sebelum-sebelumnya," ujar Indra melalui akun X pribadinya @icharis pada Sabtu, 3 Februari 2024.

Dia pun memperingatkan agar pasangan calon (paslon) lain bersiap-siap menghadapi serangan Anies.

"Udah terlalu kebangetan memang sih. Tapi kalau nanti ada yang stroke diatas panggung gimana ya?," tambahnya.

Sebagai informasi, debat capres terakhir atau debat capres kelima akan berlangsung pada Minggu, 4 Februari 2024, mulai pukul 17.00 WIB.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill