Connect With Us

Kementerian ESDM Bakal Kurangi Pembangkit Listrik Fosil, Begini Langkah PLN 

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 7 Maret 2024 | 20:44

Kegiatan forum diskusi dan kolaborasi bisnis Road to PLN Investment Days 2024 di Hotel Mulia, Jakarta, pada Rabu, 6 Maret 2024. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal mulai mengurangi penggunaan pembangkit listrik fosil guna mempercepat realisasi transisi energi.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman P Hutajulu menegaskan, komitmen pemerintah untuk terus melakukan transisi energi menuju penggunaan energi terbarukan. 

"Ke depan pembangkit listrik fosil kita kurangi dengan catatan, listrik tetap cukup, andal dan terjangkau," ucap Jisman dalam forum diskusi dan kolaborasi bisnis Road to PLN Investment Days 2024 di Hotel Mulia, Jakarta, pada Rabu, 6 Maret 2024.

Untuk mendukung langkah tersebut, lanjut Jisman, Pemerintah akan menggenjot bauran EBT sebagai pengganti energi fosil dalam mencapai target pengurangan emisi karbon sebesar 32 persen di tahun 2030. 

Kendati begitu, Ia mengakui adanya tiga tantangan utama, termasuk ketidaksesuaian lokasi sumber energi terbarukan dengan pusat beban di Jawa, tantangan membangun jaringan listrik di kepulauan Indonesia, dan intermitensi pada pembangkit energi terbarukan.

Jisman mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam mengatasi tantangan tersebut, sambil menekankan pentingnya masukan prinsipial dari forum ini kepada pemerintah. 

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa PLN tidak dapat menjalankan transisi energi secara mandiri dan perlu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Darmawan mengungkapkan rencana pengembangan kelistrikan ke depan dan mengakui pentingnya mendengarkan aspirasi pemangku kepentingan melalui Road to PLN Investment Days 2024. 

Dikatakan Darmawan, PLN siap memperluas kolaborasi saat PLN Investment Days 2024 digelar, dengan tujuan mengembangkan infrastruktur kelistrikan di Indonesia.

Melalui program Accelerated Renewable Energy Development (ARED), PLN berupaya membangun pemerataan kelistrikan nasional dan meningkatkan pasokan listrik berbasis energi terbarukan. 

"Pasokan listrik berbasis EBT akan meningkat dari 22 GW menjadi 61 GW," katanya.

Dengan smart grid dan teknologi lainnya, PLN berharap dapat mengatasi tantangan intermitensi dan meningkatkan kapasitas listrik dari energi terbarukan. 

Darmawan juga mengajak kolaborasi dalam aspek teknologi, inovasi, dan investasi, dengan menekankan semangat fairness dalam menjaga keberlanjutan investasi secara komersial dan terjangkau oleh masyarakat. 

"Kalau ada risiko, kita akan petakan satu per satu dan tangani dengan seksama," tutup Darmawan.

BANDARA
Imbas Serangan di Riyadh, Penerbangan Jeddah-Madinah di Bandara Soetta Normal, Rute Transit Terdampak

Imbas Serangan di Riyadh, Penerbangan Jeddah-Madinah di Bandara Soetta Normal, Rute Transit Terdampak

Senin, 12 Oktober 2026 | 15:12

Menyikapi perkembangan situasi di Riyadh, Arab Saudi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Tangerang memastikan operasional penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah hingga saat ini tetap berjalan normal dan lancar.

KAB. TANGERANG
Bakar Sampah Picu 6 Jam Kebakaran Gudang Paralon di Legok, Pekerja Jebol Tembok Selamatkan Diri

Bakar Sampah Picu 6 Jam Kebakaran Gudang Paralon di Legok, Pekerja Jebol Tembok Selamatkan Diri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:42

Kebakaran hebat melanda gudang paralon (PVC) milik PT Mitra Bangun Abadi (PIPA ONE PLUS) di Jalan Angsana Lestari II, Desa Legok, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, pada Selasa sore 13 Oktober 2026.

HIBURAN
Batik Indra Loka Hadirkan 30 Koleksi Busana Modern di Pendopo Alam Sutera

Batik Indra Loka Hadirkan 30 Koleksi Busana Modern di Pendopo Alam Sutera

Senin, 12 Oktober 2026 | 14:52

Batik Indra Loka memperkenalkan 30 koleksi busana siap pakai (ready-to-wear) melalui Saun Tara Collection Premiere di Pendopo, Living World Alam Sutera, Tangerang.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill