Connect With Us

Politisi Memendam Suap di MK

| Kamis, 2 Juni 2011 | 21:53

Mahkamah Konstitusi (MK) (tangerangnews / dira)


JAKARTA-Partai politik memendam upaya suap di Mahkamah Konstitusi (MK). Butuh pertobatan nasional untuk memberangus korupsi. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengakui,  bahwa berbagai politisi melakukan upaya suap di lembaga yang dipimpinnya. Kasus politis Partai Demokrat, M Nazaruddin, hanya salah satu kasus saja.
 
"Kasus Nazaruddin hanya sebagian kecil saja. Itupun sudah sangat besar. Padahal banyak laporan data-data, kalau dari sisi hukum rumit tapi isinya dipercaya," ujarnya ketika ditemui di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (2/6).

Ia menyatakan kondisi inilah yang menyebabkan pemberantasan korupsi nyaris mengalami kemandegan. Korupsi di depan mata dibiarkan begitu saja.

Ia menyarankan politisi melakukan pertobatan bersama. Korupsi masa lalu dilupakan. Namun mereka bersama-sama menghentikan aksi korupsi.
"Kalau ada yang tertangkap, dihukum saat itu juga. Tanpa ada kompromi," tegasnya. (DRA)

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill