Connect With Us

TJSL PLN Beri Bantuan untuk 20.848 Penerima di Sektor Pendidikan 

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 8 Agustus 2024 | 17:21

SMKN 3 Mataram penerima manfaat TJSL PLN berhasil melakukan konversi kendaraan listrik. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Sebanyak 20.848 penerima manfaat selama semester I tahun 2024 telah mendapatkan dukungan PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau PLN Peduli.

Dukungan ini meliputi berbagai inisiatif seperti program beasiswa, penyediaan sarana dan prasarana, eduwisata, beasiswa untuk penyandang disabilitas, serta sertifikasi yang bertujuan meningkatkan akses dan inklusivitas pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, program TJSL di bidang pendidikan ini merupakan bukti nyata kehadiran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kecerdasan bangsa.

"Semangat PLN untuk menerangi negeri dengan menghadirkan akses listrik yang andal juga diikuti dengan semangat mendukung pendidikan di Tanah Air, sehingga bisa memberikan multiplier effect bagi kehidupan masyarakat," ujarnya.

Program ini telah memberikan dampak signifikan kepada penerima manfaat, yang terdiri dari 13.457 laki-laki dan 7.391 perempuan di seluruh Indonesia. 

Selain itu, program TJSL PLN juga memberikan manfaat kepada 84 penyandang disabilitas, serta menyediakan sertifikasi kompetensi kepada 2.467 penerima manfaat dan pelatihan kepada 2.285 penerima manfaat.

Untuk mendukung percepatan transisi energi di sektor transportasi, PLN juga menyelenggarakan pelatihan konversi kendaraan listrik bagi siswa SMK, yang bertujuan mendukung pencapaian target net zero emissions pada tahun 2060.

PLN juga telah memfasilitasi 142 pelatihan magang bersertifikat dan menyediakan 706 unit sarana dan prasarana untuk sekolah formal maupun informal.

"Ini sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs)," imbuhnya.

PLN menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan melalui berbagai program, seperti PLN Peduli Pendidikan, Beasiswa Duta Bercahaya, Digitalisasi Pendidikan, Program Kolaborasi Pendidikan, serta Pendidikan untuk Penyandang Disabilitas dan Kelompok Rentan.

Inisiatif-inisiatif ini juga sejalan dengan tiga fokus utama PLN dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu di bidang pendidikan, lingkungan, dan pengembangan UMKM.

Salah satu penerima manfaat dari program Pendidikan TJSL PLN adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Mataram, Nusa Tenggara Barat. 

PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara menyelenggarakan pelatihan konversi kendaraan listrik bagi tenaga pengajar dan siswa di sekolah tersebut. 

Program ini berhasil mencetak 66 tenaga ahli bersertifikat nasional dalam konversi kendaraan listrik, serta menghasilkan puluhan produk kendaraan listrik.

Keberhasilan SMKN 3 Mataram dalam melakukan konversi kendaraan listrik juga membuat sekolah ini mendapatkan sertifikat bengkel resmi untuk pemasangan, perawatan, dan pemeriksaan sistem penggerak motor listrik pada sepeda motor dengan kategori tipe B dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Kepala Sekolah SMKN 3 Mataram, Sulman Haris mengapresiasi dukungan PLN dalam mengembangkan kompetensi tenaga pengajar dan siswa di bidang konversi motor listrik.

Menurutnya program PLN ini adalah contoh nyata yang sangat baik bagi dunia pendidikan, sehingga sekolah tersebut diberikan pembinaan agar mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini.

Chusniyati, pendiri Sekolah Sungai Gunung Anyar Tambak di Surabaya, Jawa Timur, juga menyampaikan terima kasihnya atas dukungan PLN dalam program TJSL di bidang pendidikan. 

Dengan bantuan PLN, sekolah ini dapat memberikan edukasi kepada anak-anak yang tinggal di sepanjang bantaran Kali Tambak Oso.

"Fokus sekolah ini adalah anak-anak, karena sejak dini kami ingin membiasakan mereka untuk menjaga ekosistem yang nantinya juga akan kembali manfaatnya kepada kita," katanya.

Di sekolah ini, selain pelajaran umum, anak-anak juga mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Para siswa diajarkan tentang peran sungai, dampak negatif pencemaran sungai, manfaat hutan mangrove, serta kreativitas dalam mendaur ulang sampah plastik.

BISNIS
Lebarkan Sayap ke Tangerang, Koleksi Jamise Syari Jadi Incaran Gen Z hingga Jemaah Umrah

Lebarkan Sayap ke Tangerang, Koleksi Jamise Syari Jadi Incaran Gen Z hingga Jemaah Umrah

Senin, 6 Juli 2026 | 22:31

Kiblat modest fashion bagi generasi muda kini semakin berkembang dinamis. Menjawab tingginya antusiasme pasar muslimah di wilayah Tangerang dan sekitarnya, brand fesyen syar'i asal Bandung, Jamise Syari, resmi melebarkan sayapnya

KAB. TANGERANG
Belum Padam, 192 Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Tinggal di Pengungsian

Belum Padam, 192 Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Tinggal di Pengungsian

Selasa, 7 Juli 2026 | 14:06

Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, yang sudah berlangsung selama delapan hari masih belum padam.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill