Selat Hormuz: Dari Jalur Vital Menuju Leher Botol Dunia
Rabu, 29 April 2026 | 19:48
Penutupan Selat Hormuz kembali menegaskan satu hal yang kerap luput dari kesadaran kita: dunia modern tidak sepenuhnya berdiri di atas fondasi yang kokoh.
TANGERANGNEWS.com- Indonesia dikenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa, namun di balik pesonanya, negeri ini berada di wilayah yang rentan gempa bumi karena berada di pertemuan lempeng tektonik besar.
Mengingat risiko tersebut, penting bagi setiap pemilik rumah untuk melakukan pengecekan dan pemeliharaan struktur bangunan guna menjaga keselamatan keluarga.
PR & Marketing Communication Senior Manager Gravel Ricky Alexander Samosir mengatakan, pemilik rumah harus memastikan bahwa rumah aman dari dampak gempa tidak bisa diabaikan.
"Jadi kita tahu rumah yang kita huni telah memenuhi standar keamanan," ujarnya, Senin, 23 September 2024.
Berikut adalah 7 bagian rumah yang perlu segera diperiksa setelah gempa, demi menghindari kerusakan fatal.
1. Pondasi Rumah
Pondasi merupakan penopang utama rumah. Retakan pada pondasi, baik kecil maupun besar, bisa menjadi tanda bahaya. Periksa seluruh area pondasi, baik dari dalam maupun luar rumah, serta perhatikan apakah lantai mulai miring atau pintu dan jendela menjadi sulit dibuka. Hal ini bisa menandakan penurunan pondasi yang perlu segera diperbaiki.
2. Atap dan Kuda-kuda
Atap yang kuat melindungi rumah dari cuaca ekstrem. Pastikan tidak ada genteng yang retak atau bocor. Selain itu, cek kuda-kuda atap yang berfungsi menopang struktur atap. Jika terdapat kuda-kuda yang bengkok atau keropos, ini bisa menyebabkan atap ambruk. Kebocoran di sekitar ventilasi atau pipa juga bisa merusak struktur bawah atap.
3. Dinding dan Langit-langit
Retakan pada dinding atau langit-langit bisa menandakan masalah struktural yang serius. Retakan diagonal sering kali menunjukkan adanya pergerakan pondasi. Selain itu, kelembapan di dinding juga patut diwaspadai karena bisa menandakan kebocoran air yang dapat merusak bangunan.
4. Kolom dan Balok
Kolom dan balok adalah penopang utama bangunan. Segera periksa apakah ada kerusakan seperti keropos, retakan, atau deformasi. Pada kolom kayu, waspadai adanya rayap. Sementara pada kolom beton, perhatikan tanda-tanda korosi atau pengelupasan yang bisa mengindikasikan kelemahan struktur.
5. Lantai
Lantai yang retak atau tidak rata bisa menjadi tanda penurunan pondasi. Jika lantai mulai terangkat atau bergelombang, ada kemungkinan terjadi masalah struktural di bawah permukaan. Segera lakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin parah.
6. Sistem Drainase
Sistem drainase yang baik sangat penting untuk menjaga pondasi rumah tetap kuat. Pastikan tidak ada air yang menggenang di sekitar rumah setelah hujan. Genangan air dapat menyebabkan erosi pada pondasi, merusak struktur rumah secara perlahan.
7. Pintu dan Jendela
Pintu dan jendela yang sulit dibuka atau ditutup bisa menjadi tanda pergerakan pondasi. Perhatikan celah yang terbentuk antara kusen dan dinding, karena hal ini bisa mengindikasikan adanya masalah serius pada struktur rumah.
Melakukan pengecekan secara rutin pada 7 bagian penting ini akan membantu memastikan rumah tetap aman dan kokoh. Jika membutuhkan bantuan profesional untuk pemeriksaan atau perbaikan struktur rumah, Gravel menyediakan layanan Gravel Maintenance yang dilakukan oleh tenaga ahli berpengalaman.
Penutupan Selat Hormuz kembali menegaskan satu hal yang kerap luput dari kesadaran kita: dunia modern tidak sepenuhnya berdiri di atas fondasi yang kokoh.
TODAY TAGMahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMPN 7 Kota Tangerang Selatan, Rabu 29 April 2026.
Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews