Connect With Us

BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau 2025 Berlangsung Sampai Agustus 

Fahrul Dwi Putra | Senin, 17 Maret 2025 | 10:11

Ilustrasi cuaca panas di Indonesia. (@TangerangNews / Freepik)

TANGERANGNEWS.com- BMKG memperkirakan musim kemarau di Indonesia akan dimulai sejak Maret hingga Juni 2025, dengan puncaknya terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus. 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, transisi angin Monsun Asia ke Monsun Australia menjadi faktor utama yang menyebabkan peralihan musim ini.  

Berdasarkan pemantauan suhu muka laut di awal Maret 2025, fenomena La Nina di Samudra Pasifik telah bertransisi ke fase netral El Nino Southern Oscillation (ENSO). 

Sementara itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudra Hindia juga berada dalam kondisi netral dan diprediksi tetap demikian sepanjang musim kemarau.  

"Saat ini di bulan Maret, tanggal 13 Maret 2025, BMKG menyatakan bahwa La Nina telah berakhir dan musim kemarau 2025 diprediksi normal. Artinya segala sesuatunya berjalan lebih kondusif dari segi cuaca," jelas Dwikorita dilansir dari CNN Indonesia, Senin, 17 Maret 2025.

Jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologis periode 1991-2020, awal musim kemarau 2025 di Indonesia memiliki variasi. BMKG memperkirakan, sebagian wilayah akan mengalami musim kemarau sesuai dengan normalnya, sementara daerah lain akan mengalami kemarau yang datang lebih lambat atau lebih cepat. 

Wilayah yang diprediksi mengalami awal musim kemarau sesuai dengan pola normalnya meliputi Sumatera, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, serta sebagian Maluku dan Maluku Utara. 

Sementara itu, Kalimantan bagian selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian Sulawesi, Maluku Utara, dan Merauke diperkirakan mengalami musim kemarau yang datang lebih lambat dibandingkan biasanya.  

BMKG juga memprediksi sifat musim kemarau 2025 akan bervariasi. Sebagian besar wilayah akan mengalami musim kemarau yang bersifat normal, namun ada pula yang akan mengalami curah hujan lebih tinggi atau lebih rendah dari biasanya. Wilayah yang diperkirakan mengalami musim kemarau lebih basah dibandingkan normalnya mencakup Aceh, Lampung, Jawa bagian barat dan tengah, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian kecil Sulawesi dan Papua bagian tengah. 

Sedangkan, Sumatera bagian utara, Kalimantan Barat, Sulawesi tengah, Maluku Utara, dan Papua bagian selatan diprediksi akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dari biasanya.  

Dwikorita mengimbau agar sektor pertanian menyesuaikan jadwal tanam, terutama di wilayah yang diprediksi mengalami musim kemarau lebih awal atau lebih lambat, serta memilih varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan. 

Adapun wilayah yang berpotensi mengalami musim kemarau lebih basah disarankan untuk memanfaatkannya dengan memperluas lahan sawah guna meningkatkan produksi pertanian. 

Selain itu, BMKG juga mengingatkan semua pihak agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah rawan yang diprediksi mengalami musim kemarau dengan curah hujan normal atau di bawah normal.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

BISNIS
Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Jumat, 25 September 2026 | 22:29

Pakons Prime Hotel Tangerang menggelar Showcase Wedding selama dua hari selama tanggal 25 hingga 26 September 2026.

KOTA TANGERANG
Kota Tangerang Bakal Atur Zonasi dan Izin Toko Modern Agar Tidak Ganggu Usaha Kecil

Kota Tangerang Bakal Atur Zonasi dan Izin Toko Modern Agar Tidak Ganggu Usaha Kecil

Jumat, 25 September 2026 | 22:05

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang mendorong percepatan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan.

SPORT
Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Kamis, 24 September 2026 | 12:35

Persaingan klasemen medali Asian Games 2026 terus berubah seiring bertambahnya nomor pertandingan. Hingga Kamis 24 September 2026, Indonesia masih belum meraih medali emas dan berada di peringkat ke-23.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill