3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026
Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TANGERANGNEWS.com - Sebanyak 26 titik wilayah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami krisis air bersih imbas kemarau panjang dengan fenomena El Nino.
Wilayah yang terdampak kekeringan tersebut berasal dari beberapa kelurahan di antaranya Kelurahan Setu, Keranggan, Muncul, Jurang Mangu Barat, Buaran, Ciater, Babakan, Pakualam, dan Kademangan.
Kepala bidang kedaruratan dan logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel Faridzal Gumay mengatakan, kekeringan saat ini telah menyebabkan 1.625 kepala keluarga (KK) yang terdampak.
Kendati demikian, pihaknya telah menyediakan distribusi air bersih yang siap untuk disalurkan terhadap wilayah yang terdampak kesulitan air bersih dengan syarat adanya surat dari pihak kelurahan sebagai legal standing.
"Untuk distribusi sendiri sudah mencapai 156.600 liter untuk minggu ke empat," ujarnya dikutip dari Tribuntangerang.com, Minggu, 15 Oktober 2023.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyebut pihaknya tengah meminta bantuan tambahan truk tangki dari swasta terkait distribusi air bersih kepada masyarakat.
"Solusi sementara kan tanki yang ada sekarang dilipatgandakan trayeknya. Tapi saya khawatir daya tahan kendaraannya. Saya lagi usahakan dari yang lain," jelas Benyamin di DPRD Tangsel pada Kamis, 12 Oktober 2023, lalu.
Untuk sementara, pihak Pemkot Tangsel memiliki delapan kendaraan distribusi air bersih.
Benyamin menyatakan, indikasi kekeringan di wilayah Kota Tangsel belum mencapai kondisi tanggap darurat, sehingga masih dapat ditanggulangi oleh Pemkot Tangsel.
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TODAY TAGPemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) untuk periode Juli hingga September 2026 tetap berlaku tanpa kenaikan.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews