Connect With Us

Sudah Diputuskan! Sidang Isbat Penentuan Idulfitri 1 Syawal 1446 H Digelar 29 Maret 

Fahrul Dwi Putra | Senin, 17 Maret 2025 | 11:42

Pengamatan hilal di Tanjung Pasir, Tangerang, Banten. (@TangerangNews / stmkg)

TANGERANGNEWS.com- Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal atau Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah pada Sabtu, 29 Maret 2025.  

"Sidang Isbat tanggal 29 Maret," ungkap Dirjen Bimas Kemenag Abu Rokhnad seperti dilansir dari Viva.co.id, Senin, 17 Maret 2025.  

Sidang isbat akan berlangsung di kantor Kementerian Agama di Jalan MH Thamrin, Jakarta. Seperti tahun-tahun sebelumnya, prosesi sidang akan diawali dengan seminar mengenai posisi hilal pada sore hari. Setelah itu, sidang utama akan berlangsung secara tertutup sebelum hasilnya diumumkan dalam konferensi pers.  

Sementara itu, PP Muhammadiyah telah menetapkan Idulfitri 2025 jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Keputusan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah tentang penetapan hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah.  

Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya telah memprediksi Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah kemungkinan akan berbarengan antara pemerintah dan organisasi Islam lainnya. 

Menurutnya, hal ini karena ketinggian hilal diperkirakan belum akan terlihat pada 30 Maret 2025.  

"Lebaran kita diprediksi tanggal 31 Maret 2025," katanya.

BISNIS
Ganti Nama, BPRS Mulia Berkah Abadi Resmi Jadi Amani Bank

Ganti Nama, BPRS Mulia Berkah Abadi Resmi Jadi Amani Bank

Rabu, 22 April 2026 | 16:55

PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Mulia Berkah Abadi resmi berganti nama menjadi PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Amani Mulia Indonesia setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.

OPINI
Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Senin, 20 April 2026 | 19:56

-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill