Connect With Us

Bank Dunia Sebut 60 Persen Penduduk Indonesia Masuk Kategori Miskin Jika Pakai Standar Negara Maju

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 30 April 2025 | 15:54

Ilustrasi kemiskinan (@TangerangNews / Freepik)

TANGERANGNEWS.com- Bank Dunia memperkirakan sebanyak 60,3 persen penduduk Indonesia pada tahun 2024 tergolong miskin jika dihitung berdasarkan ambang batas garis kemiskinan untuk negara berpendapatan menengah ke atas. 

Dengan populasi Indonesia mencapai 285,1 juta jiwa, maka jumlah penduduk miskin versi standar tersebut mencapai sekitar 171,9 juta orang.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Perhitungan itu menggunakan pengeluaran harian minimal sebesar US$6,85 atau sekitar Rp115.422 per hari per orang—angka yang dipakai Bank Dunia sebagai batas kemiskinan untuk negara-negara berpendapatan menengah ke atas.

Sebagai perbandingan, jika menggunakan standar garis kemiskinan negara berpendapatan menengah ke bawah, angka kemiskinan Indonesia pada 2024 hanya tercatat sebesar 15,6 persen atau setara 44,4 juta penduduk. 

Namun, sejak 2023, Indonesia telah diklasifikasikan Bank Dunia sebagai negara berpendapatan menengah ke atas, sehingga ukuran garis kemiskinan yang lebih tinggi dianggap lebih relevan.

Bank Dunia memperkirakan tingkat kemiskinan di Indonesia, jika mengikuti standar menengah ke atas akan terus menurun dalam tiga tahun ke depan. Proyeksinya turun menjadi 58,7 persen pada 2025, kemudian 57,2 persen pada 2026, dan menyentuh angka 55,5 persen pada 2027.

Di sisi lain, untuk kategori garis kemiskinan negara berpendapatan menengah ke bawah, angka kemiskinan diprediksi akan menyusut menjadi 11,5 persen pada 2027, seiring dengan pertumbuhan permintaan domestik yang berkelanjutan.

Dalam laporan Macro Poverty Outlook*

 edisi April 2025, Bank Dunia juga mengungkap bahwa tingkat kemiskinan Indonesia berdasarkan standar menengah ke atas menjadi yang tertinggi kedua di Asia Tenggara, hanya kalah dari Laos yang mencapai 68,9 persen.

Angka tersebut jauh di atas negara-negara tetangga seperti Filipina (50,6 persen), Vietnam (18,2 persen), Thailand (7,1 persen), dan Malaysia (1,3 persen). Bank Dunia tidak mencantumkan data untuk Kamboja dan Myanmar dalam laporan tersebut.

Sementara itu, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) justru menunjukkan bahwa per September 2024, terdapat 24,06 juta penduduk miskin di Indonesia atau setara 8,57 persen dari total populasi. Angka ini menurun dibanding Maret 2024 yang mencatatkan 25,22 juta orang miskin atau 9,03 persen.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut tren penurunan ini sudah berlangsung sejak pandemi 2020. 

"Persentase dan jumlah penduduk miskin terus mengalami penurunan dan pada September 2024 jumlah penduduk miskin di Indonesia 24,06 juta," kata Amalia dalam konferensi pers pada Kamis, 16 Januari 2025, lalu.

BANDARA
Harga Avtur di Bandara Soekarno-Hatta Turun Jadi Rp22.190 Per Liter

Harga Avtur di Bandara Soekarno-Hatta Turun Jadi Rp22.190 Per Liter

Senin, 1 Juni 2026 | 15:26

Industri penerbangan dan pariwisata nasional dapat angin segar. PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian dengan menurunkan harga bahan bakar pesawat (Avtur) domestik yang berlaku efektif mulai hari ini, 1 Juni 2026.

HIBURAN
Hotel Santika BSD Angkat Kuliner Pesisir Jawa ke Meja Restoran, Ada Mangut Ikan Kakap Kaya Rempah

Hotel Santika BSD Angkat Kuliner Pesisir Jawa ke Meja Restoran, Ada Mangut Ikan Kakap Kaya Rempah

Selasa, 2 Juni 2026 | 11:08

Di tengah menjamurnya menu modern, Hotel Santika Premiere ICE BSD City menghadirkan kuliner tradisional Mangut Ikan Kakap sebagai menu spesial yang terinspirasi dari masakan khas pesisir Jawa Tengah dan Yogyakarta.

TOKOH
Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56

Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.

OPINI
Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah

Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah

Senin, 1 Juni 2026 | 16:11

"Rumahku adalah surgaku", sebuah slogan yang menggambarkan bagaimana sebuah rumah menjadi tempat yang nyaman, aman dan menyenangkan bagi penghuninya. Namun, hari ini rumah bukan lagi menjadi surga yang dirindukan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill