Connect With Us

Tak Paham Masak Daging Kurban Bisa Picu Keracunan, Begini Cara Mengolahnya 

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 6 Juni 2025 | 12:49

Penggunaan besek untuk distribusi daging kurban. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Hari raya Idul Adha menjadi momen yang dinantikan banyak orang, tak hanya karena termasuk dalam rangkaian ibadah sekaligus kebersamaan, tetapi juga karena kesempatan menikmati daging kurban. 

Namun, di balik kelezatan daging sapi dan kambing, tersimpan potensi bahaya jika cara pengolahannya tidak dilakukan dengan benar.

Daging merupakan sumber protein hewani yang kaya nutrisi. Namun, cara memasaknya perlu diperhatikan agar kandungan gizinya tetap terjaga dan bebas dari risiko kontaminasi bakteri seperti Salmonella atau E. coli. 

Sebab, bila tidak diolah dengan tepat, daging bisa menjadi sumber keracunan makanan yang serius.

Oleh karena itu, masyarakat perlu untuk memahami cara mengolah daging sapi dan kambing secara aman dan sehat. Berikut caranya dilansir dari kanal YouTube TEDY WONG Msi, Jumat, 6 Juni 2025.

1. Jangan Cuci Daging Bila Tak Langsung Dimasak

Mencuci daging segar sebelum disimpan justru dapat mempercepat pembusukan. Air yang tersisa di permukaan daging menciptakan kelembaban berlebih, sehingga bakteri lebih mudah berkembang. 

Jika belum ingin langsung memasaknya, potong daging sesuai porsi lalu simpan dalam wadah tertutup di freezer. Bila perlu dibersihkan, cukup seka permukaannya dengan tisu dapur bersih.

2. Potong Daging Melawan Arah Serat

Memotong daging dengan teknik yang tepat mempengaruhi keempukannya saat dimasak. Potongan melintang atau berlawanan arah serat akan menghasilkan serat yang lebih pendek, sehingga daging lebih cepat empuk. Hindari potongan terlalu besar agar tidak sulit matang, dan jangan terlalu kecil agar tidak cepat kering.

3. Atasi Bau Prengus Sebelum Dimasak

Aroma menyengat dari daging kambing bisa diatasi dengan bahan-bahan alami. Lumuri daging dengan garam, perasan jeruk nipis, atau rendam dalam parutan nanas atau daun pepaya selama 30 hingga 60 menit. 

4. Masak Hingga Matang Sempurna

Pastikan daging dimasak sampai suhu internalnya mencapai 63°C agar semua bakteri patogen mati. Rebus atau kukus dengan api sedang agar nutrisi tidak rusak. 

Bila ingin membakar daging untuk sate, hindari api langsung dari bara yang menyala karena bisa menghasilkan zat karsinogenik. Potongan kecil juga mempercepat proses masak agar lebih merata.

5. Simpan Daging Sesuai Kebutuhan

Daging yang akan disimpan sebaiknya dipotong sesuai kebutuhan harian lalu dibekukan. Gunakan wadah tertutup atau plastik khusus freezer. 

Daging beku sebaiknya dicairkan perlahan di dalam kulkas, bukan di suhu ruangan, agar bakteri tidak berkembang saat thawing. Jika ingin lebih awet dan aman, simpan di suhu minus 8 derajat dan jangan dicuci sebelum waktunya masak.

Demikian langkah-langkah pengolahan daging yang tepat, mulai dari penyimpanan hingga cara memasaknya, sehingga diharapkan dapat menjaga keluarga tetap sehat sambil menikmati sajian khas kurban yang lezat dan bergizi.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

KAB. TANGERANG
Lantik 486 Pejabat Fungsional, Bupati Tangerang Ingatkan PNS Bijak Main Medsos

Lantik 486 Pejabat Fungsional, Bupati Tangerang Ingatkan PNS Bijak Main Medsos

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:34

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melantik dan mengambil sumpah janji jabatan terhadap 486 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill