Connect With Us

Duh, Harga BBM Non-Subsidi Diprediksi Naik 1 Juli Besok

Fahrul Dwi Putra | Senin, 30 Juni 2025 | 19:57

Ilustrasi BBM di SPBU Pertamina. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi diprediksi terjadi mulai 1 Juli 2025, menyusul tren kenaikan harga minyak mentah dunia sepanjang Juni 2025. 

Diketahui, rata-rata harga minyak Brent tercatat naik 9,06 persen dari Mei ke Juni 2025, mencapai US$69,80 per barel. Bahkan sempat menembus US$78,85 per barel pada 19 Juni 2025, tertinggi sejak Januari.

Hal serupa juga terjadi pada harga WTI yang naik ke US$67,7 per barel di bulan Juni, didorong ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel, termasuk ancaman penutupan Selat Hormuz.

Namun, adanya gencatan senjata sementara antara kedua negara menjelang akhir Juni membuat harga kembali menurun. 

Harga sempat menyentuh di atas US$80, kemudian turun ke kisaran US$67 setelah pengumuman gencatan senjata oleh Presiden AS Donald Trump.

Meski demikian, suplai global diprediksi meningkat menyusul rencana OPEC+ yang akan menambah produksi minyak sebesar 411.000 barel per hari untuk bulan Juli dan Agustus. Kenaikan produksi ini berpotensi menghambat lonjakan harga minyak dunia secara lebih luas dilansir dari CNBC Indonesia, Senin 30 Juni 2025.

Dari sisi domestik, rupiah menunjukkan penguatan signifikan selama Juni. Nilai tukar rupiah menguat dari rata-rata Rp16.412 per dolar AS di bulan Mei menjadi Rp16.285 pada Juni 2025. 

Pada akhir bulan, rupiah bahkan menguat ke Rp16.225 per dolar AS. Stabilitas ini ditopang oleh kebijakan Bank Indonesia yang menahan suku bunga di 5,5 persen, serta sentimen positif global akibat koreksi terhadap ekspektasi inflasi di Amerika Serikat dan lemahnya indeks dolar.

Menurut formula harga BBM dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 19 K/10/MEM/2019, perhitungan harga eceran BBM menggunakan rerata harga publikasi MOPS selama dua bulan terakhir dan nilai tukar rupiah.

Jika merujuk pada data, rata-rata harga minyak Brent selama Mei–Juni 2025 sebesar US$66,90/barel, naik dari rata-rata April–Mei 2025 sebesar US$65,23. Harga minyak WTI pun menunjukkan arah yang sama, naik menjadi US$64,33/barel dari US$61,96 pada periode dua bulan sebelumnya.

Di tengah tren minyak dunia yang meningkat dan rupiah yang menguat, arah penyesuaian harga BBM non-subsidi pada 1 Juli 2025 masih berada dalam ruang kemungkinan.

Jika pemerintah mempertimbangkan kenaikan harga minyak mentah, maka penyesuaian harga bisa saja terjadi. Namun, kekuatan rupiah yang membaik dapat membuat pemerintah mempertahankan harga saat ini, terlebih setelah dua kali penurunan harga dalam dua bulan terakhir.

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

TEKNO
Langkah Tepat Melaporkan Data Tersebar Akibat Sembarang Klik Link Pinjol Ilegal Terbaru 2026

Langkah Tepat Melaporkan Data Tersebar Akibat Sembarang Klik Link Pinjol Ilegal Terbaru 2026

Senin, 2 Maret 2026 | 11:32

Waspada ancaman klik link pinjol ilegal terbaru 2026. Ketahui langkah tepat cara cek dan melaporkan data pribadi yang tersebar ke otoritas terkait.

BISNIS
Cara Mendapatkan Saldo Gratis 2026 Lewat Aplikasi Resmi dan Terbukti Membayar

Cara Mendapatkan Saldo Gratis 2026 Lewat Aplikasi Resmi dan Terbukti Membayar

Senin, 2 Maret 2026 | 11:40

Panduan 2026 cara mendapatkan saldo gratis secara aman. Temukan trik klaim dompet digital, aplikasi resmi, dan tips hindari penipuan online.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill