Connect With Us

TNI Bantah Sengaja Biarkan Rumah Pejabat Dijarah Massa

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 2 September 2025 | 12:15

Rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3, Tangerang Selatan, digeruduk massa pada Minggu, 31 Agustus 2025, dijarah ratusan massa. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan tidak ada pembiaran dalam insiden penjarahan rumah-rumah pejabat yang terjadi usai gelombang demonstrasi menuntut penghapusan tunjangan DPR RI beberapa waktu lalu. 

Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita mengatakan, pihaknya hanya bergerak sesuai dengan permintaan kepolisian sebagai bentuk ketaatan terhadap konstitusi.

“Kita taat konstitusi. Ada permintaan tidak? Itu. Ada permintaan tidak? Saya sampaikan kita taat konstitusi, ya. Konstitusi bicara seperti itu. Kita kan perbantuan. Jelas ya,” kata Tandyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 1 September 2025, dikutip dari Kompas.

Ia menjelaskan, permintaan bantuan pengamanan dari kepolisian baru disampaikan pada Sabtu, 30 Agustus 2025 sore, setelah rumah anggota DPR Ahmad Sahroni dijarah massa. TNI kemudian menurunkan pasukan pada Minggu, 31 Agustus 2025.

“(Penjarahan) Itu terjadi kapan? Kemudian, Pak Presiden memanggil Kapolri dan Panglima TNI tanggal berapa? (30 sore). Tanggal 31 kita turun. Tanggal 31 kita turun,” ujar Tandyo.

Selain itu, Tandyo juga membantah anggapan TNI membiarkan pembakaran fasilitas umum, termasuk Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) yang disebut sebagai objek vital nasional.

“MRT fasilitas umum, pengamanan oleh siapa? (Kalaupun MRT) obyek vital nasional, lihat di UU, klausulnya apa? Ikuti itu. Tidak ada pembiaran kita. Kita diminta tanggal 30 sore, tanggal 31 itu kita main,” tegasnya.

Sebelumnya, rumah sejumlah pejabat negara dijarah massa pada Sabtu, 30 Agustus 2025, malam, di antaranya milik empat anggota DPR, yakni Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio, dan Uya Kuya, serta rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

Peristiwa ini terjadi setelah demonstrasi panjang yang berujung ricuh di beberapa daerah.

Aksi penjarahan tersebut menuai kritik luas dari masyarakat di media sosial. Publik menilai TNI dan Polri dianggap terlambat bertindak karena baru berjaga setelah rumah-rumah pejabat dirusak dan dijarah.

TEKNO
AI dan Medsos Picu Trafik Situs Berita Anjlok hingga 70 Persen

AI dan Medsos Picu Trafik Situs Berita Anjlok hingga 70 Persen

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:15

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan pergeseran pola konsumsi informasi ke media sosial (medsos) menjadi tantangan berat bagi industri media digital global maupun nasional.

KAB. TANGERANG
Atasi Kekeringan, Sumur Bor Bakal Dibangun di Kabupaten Tangerang

Atasi Kekeringan, Sumur Bor Bakal Dibangun di Kabupaten Tangerang

Rabu, 29 Juli 2026 | 16:22

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperkuat sinergi dalam penanganan dampak kekeringan akibat musim kemarau panjang.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

PROPERTI
Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Jumat, 24 Juli 2026 | 16:24

Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill