Connect With Us

Fenomena Pelamar Overqualified Dominasi Dunia Rekrutmen Entry Level

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 6 November 2025 | 09:05

Pemerhati Ketenagakerjaan Dani Satria. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sebuah fenomena mencemaskan tengah melanda pasar tenaga kerja Indonesia. Para lulusan sarjana, pascasarjana, bahkan doktor, berbondong-bondong melamar posisi entry level yang jauh di bawah kualifikasi mereka.

Fenomena ini mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara pertumbuhan kesempatan kerja dengan jumlah lulusan berpendidikan tinggi yang terus meningkat setiap tahun.

Kondisi industri yang mengalami stagnasi serta tuntutan ekonomi, yang memaksa pelamar overqualified menerima pekerjaan di bawah kompetensi mereka.

Tak jarang pula, para profesional yang telah berpengalaman pun terkadang masih kembali ikut bersaing di entry level karena tidak ada kesempatan lain dan mereka ingin segera memperoleh penghasilan.

Kondisi ini memperlihatkan bagaimana tekanan ekonomi dan minimnya lapangan kerja telah menekan fleksibilitas tenaga kerja berpendidikan tinggi dan berpengalaman di Indonesia.

“Fenomena pelamar overqualified ini sebenarnya alarm bagi pemerintah dan pihak industri untuk mengevaluasi arah kebijakan ketenagakerjaan nasional," kata Pemerhati Ketenagakerjaan Dani Satria, Kamis 6 November 2025.

Menurut Dani, pada dasarnya, mereka ini adalah asset produktif. Namun, situasi ini menandakan ketidaksesuaian antara sistem pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata dunia kerja.

Kondisi tersebut menimbulkan paradoks di pasar tenaga kerja Indonesia, di mana kualifikasi tinggi tidak selalu menjamin kesesuaian posisi yang dilamar.

"Sebaliknya, kompetisi di entry level justru semakin ketat karena membeludaknya tenaga kerja dengan latar pendidikan tinggi dan bahkan terkadang memiliki pengalaman di atas rata-rata," terangnya.

Dani mengatakan pemerintah perlu memberikan solusi konkret untuk mengatasi membeludaknya pelamar kerja overqualified tersebut.

Salah satunya yang sudah dijalankan adalah Program Magang Nasional, yang harapannya bisa mengantarkan para lulusan ke dalam dunia kerja dan program ini bisa mencakup para lulusan baru lebih luas.

"Hal yang juga penting adalah dengan memaksimalkan hilirisasi sektor industri dan kegiatan yang bisa menciptakan ekosistem kewirausahaan agar tenaga kerja terampil tidak terjebak di posisi pemula,” imbuh Dani.

Menurut Dani, dari sisi perusahaan juga perlu melakukan penyesuaian kebijakan rekrutmen, yaitu dengan memberikan kesempatan yang besar pada pelamar overqualified tersebut untuk masuk di posisi entry level.

Asalkan pelamar cocok dengan gaji entry level, seharusnya perusahaan tidak perlu ragu untuk merekrut mereka. Selanjutnya, perusahaan juga perlu menyesuaikan strategi training agar mereka mampu mengelola potensi tenaga kerja overqualified secara produktif.

“Sebagai langkah jangka panjang dalam upaya mengurangi pengangguran, kawasan industri tetap menjadi ujung tombak penciptaan lapangan kerja baru yang lebih variatif,” pungkas Dani.

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

SPORT
Bukan Sekadar Kawasan Bisnis, Sinar Mas Land Hadirkan Platform D.A.N.C.E untuk Perkuat Ekosistem Digital Hub

Bukan Sekadar Kawasan Bisnis, Sinar Mas Land Hadirkan Platform D.A.N.C.E untuk Perkuat Ekosistem Digital Hub

Rabu, 16 September 2026 | 21:56

Pertumbuhan ekosistem digital yang semakin besar sering kali menciptakan tantangan baru, terutama dalam menjaga konektivitas, interaksi, dan peluang kolaborasi antarperusahaan agar berjalan beriringan.

KOTA TANGERANG
Lapas Kelas I Tangerang Razia Sel dan Tes Urine Warga Binaan, Temukan Benda Tajam hingga Elektronik

Lapas Kelas I Tangerang Razia Sel dan Tes Urine Warga Binaan, Temukan Benda Tajam hingga Elektronik

Kamis, 17 September 2026 | 13:34

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang memperkuat langkah deteksi dini pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban melalui inspeksi mendadak (sidak) gabungan, serta tes urine bagi warga binaan pada Rabu 16 September 2026, malam.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill