Connect With Us

Hati-hati Berbagi Foto Liburan di Media Sosial

Denny Bagus Irawan | Minggu, 15 Mei 2016 | 17:23

Ilustrasi Media Sosial (Shutterstock / ra2studio)

Menceritakan dan membagi kebahagian saat liburan memang menyenangkan. Terlebih lagi jika yang Anda posting mengundang banyak respon dari teman-teman di media sosial.

Namun, alih-alih membagi kebahagiaan, followers Anda bisa terganggu jika foto yang Anda posting dianggap terlalu banyak dan menyebalkan.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda hindari :

1. Sering check in

Beberapa media sosial seperti Facebook, Path, atau FourSquare memang tempat yang pas untuk check in saat Anda berpindah-pindah tempat.

Sebaiknya pilihlah beberapa tempat saja dalam satu hari yang ingin Anda bagi di media sosial dengan fitur check in ini.

Jangan sampai saat di rest area ataupun pom bensin pun Anda melakukan check in. Bukannya terlihat keren, Anda malah bisa dicap norak oleh followers di media sosial.

2. Mengumbar kekesalan

Delay, pelayanan hotel tidak memuaskan, makanan yang tidak pas di lidah, atau kota tujuan yang tidak sesuai dengan harapan bisa saja menjadi pemicu kesal dan mengumbarnya di media sosial.

Sebelum menyesal, sebaiknya pikirkan dua kali jika ingin marah-marah di media sosial. Menjelek-jelekan maskapai atau hotel di media sosial tidak akan membuat Anda mendapat pelayanan yang lebih baik.

Baca selengkapnya di sini.

TANGSEL
TPA Cipeucang Bikin Warga Kena ISPA dan Harga Rumah Turun, Pemkot Tangsel Didugat Rp21,6 miliar

TPA Cipeucang Bikin Warga Kena ISPA dan Harga Rumah Turun, Pemkot Tangsel Didugat Rp21,6 miliar

Jumat, 30 Januari 2026 | 19:30

Warga RW 14 Kelurahan Rawabuntu, Serpong, resmi melayangkan gugatan class action terhadap Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dan PT Bumi Serpong Damai (BSD).

OPINI
Menelisik Board of Peace Gaza Palestina Ala Trump

Menelisik Board of Peace Gaza Palestina Ala Trump

Jumat, 30 Januari 2026 | 20:34

Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill