Connect With Us

Program Dapur Sehat, Efektifkan Atasi Stunting?

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 3 April 2024 | 10:00

Hana Annisa Afriliani, S.S., Penulis dan Aktivis Dakwah. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

Oleh: Hana Annisa Afriliani, S.S., Aktivis Dakwah dan Penulis Buku

TANGERANGNEWS.com-Dalam rangka mengatasi kemiskinan dan stunting di Kabupeten Tangerang, Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mencanangkan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) 2024.

Kepala DPPKB Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi mengatakan, tujuan pencanangan program Dashat secara umum adalah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dalam rangka mempercepat upaya penurunan stunting melalui pendekatan konvergensi kampung keluarga berkualitas di tingkat desa dan kelurahan.

Adapun realisasi program tersebut adalah dengan memberikan edukasi terhadap makanan bergizi, pendampingan keluarga berpotensi Stunting, serta pengawalan pemakaian KB.

Sebagaimana dirilis dalam laman Badan Pusat Statistik Provinsi Banten bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Tangerang pada tahun 2023 mencapai 276,33 ribu jiwa.

Sungguh angka yang fantastis! Mengingat Indonesia dikaruniai kekayaan alam yang melimpah ruah, namun faktanya rakyat yang hidup di atasnya tidak sejahtera. Ironis!

 

Dapur Sehat Solusi Parsial

Pencanangan Program Dahsat 2024 yang diluncurkan Pemkab Tangerang tersebut tentu merupakan bukti bahwa pemerintah berkeinginan untuk menyelesaikan persoalan stunting dan kemiskinan yang terus meningkat di Kabupaten Tangerang.

Namun, jika kita tela'ah lebih dalam, sesungguhnya program Dapur Sehat ini tidaklah efektif menyelesaikan masalah stunting dan kemiskinan karena tidak menyentuh kepada akar persoalannya.

Persoalan stunting dan kemiskinan sesungguhnya adalah akibat negeri ini tidak mampu mengelola kekayaan alam yang ada secara bijak. Padahal keberlimpahan yang Allah anugerahkan kepada negeri ini seharusnya mampu menyejahterakan seluruh rakyatnya. Hanya saja ada salah kelola terhadapnya. 

Sebagaimana kita lihat, negeri gemah ripah loh jinawi ini dikuasai oleh swasta pada sebagian besar sektor-sektor strategisnya. Tentu saja hal tersebut menjadikan rakyat sebagai objek bisnis bagi para pemain swasta tadi. Akhirnya rakyat kelas bawah kesulitan mendapatkan kebutuhannya karena hampir semua sektor dikapitalisasi, termasuk juga sektor pangan. 

Negara tak ubahnya berposisi sebagai regulator, bukan provider alias penyedia layanan. Termasuk negara begitu ambisius membuka keran-keran impor. Akibatnya negeri ini dibanjiri produk luar negeri, yang tentu saja berakibat pada lesunya tingkat penjualan produk lokal.

Dalam sektor pangan, banyak petani yang akhirnya gantung pacul karena hasil panennya tak mampu bersaing dengan serbuan produk impor. Kehidupan rakyat kecil pun kian sengsara.

Mirisnya, negara menghitung jumlah kesejahteraan secara universal yakni dengan pendapatan nasional. Padahal hal itu tidak mencerminkan kondisi real masyarakat yang notabenenya terkungkung dalam kemiskinan.

Jelaslah bahwa solusi atas persoalan kemiskinan dan stunting tidaklah cukup hanya dengan program Dapur Sehat saja, melainkan perlu ada perubahan paradigma dalam menjalankan fungsi dan peran sebagai penguasa. Karena program Dapur Sehat hanya bersifat sementara saja, tidak mencerabut sampai ke akar masalahnya.

Sebagaimana sudah disinggung di atas, bahwa akar masalah atas kemiskinan dan stunting adalah tata kelola negara yang bernafaskan kapitalisme. Negara ibarat tengah berjual beli dengan rakyatnya sendiri dengan melibatkan swasta di segala sektor kehidupan. Akibatnya rakyat harus berjuang sendiri untuk tetap survive.

 

Islam Menyejahterakan Manusia

Islam merupakan sebuah sistem kehidupan yang sempurna. Karena Allah telah menetapkan sederet mekanisme untuk mengatur hidup manusia sesuai dengan apa yang digariskan oleh syariat-Nya, termasuk dalam urusan pemerintahan.

Islam memandang bahwa penguasa dalam sebuah negara adalah pelayan bagi rakyatnya. Mereka wajib mendahulukan kepentingan rakyat dibandingkan kepentingan pribadi atau kelompoknya.

Oleh karena itu, penguasa dalam sistem Islam bukanlah mereka yang berambisi meraih kursi demi meraih kekayaan pribadi, melainkan sebuah pengabdian kepada rakyat.

Kekuasaan adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat, maka hanya orang-orang yang bertakwa yang dapat menjadi penguasa di sistem Islam, yakni orang-orang yang takut kepada penciptanya. Karena dengan ketakwaan itulah ia akan amanah dan adil dalam menjalankan kekuasaannya.

Salah satu wujud keadilannya, ia akan menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam bingkai kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Syariat Islam menjadi pijakan dalam menetapkan hukum dan arah pandang dalam membuat kebijakan. Dalam hal pengelolaan harta kekayaan, Islam telah menetapkan konsep kepemilikan di antaranya kepemilikan negara, individu, dan umum.

Negara tidak boleh menyerahkan harta yang terkategori kepemilikan umum, misalnya tambang emas, tambang minyak, danau, laut, hutan, jalan umum, dll kepada pihak swasta untuk mengelolanya.

Negara wajib mengelolanya secara mandiri dan hasilnya dikembalikan untuk kemaslahatan rakyat. Dari pengelolaan yang benar terhadap harta kepemilikan umum ini saja, negara dapat memberikan jaminan kesejahteraan kepada rakyat karena sektor-sektor pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan diberikan secara gratis oleh negara dengan pembiayaan dari hasil pengelolaan tadi.

Belum lagi dari pemasukan harta milik negara, seperti fai, kharaj, jizyah, hima, dll, negara akan memiliki kekayaan yang cukup untuk membiayai rakyatnya.  Alhasil, taraf kesejahteraan rakyat meningkat.

Inilah jika sistem Islam diterapkan secara kaffah dalam kehidupan. Rakyat tidak akan terbelit pada kemiskinan dan stunting karena para penguasa yang ada benar-benar menyerahkan dirinya untuk berkhidmat kepada rakyat semata-mata demi mengejar rida Allah.

KAB. TANGERANG
Kotak Misterius di Pasar Kemis Bikin Geger Sampai Tim Gegana Turun Tangan, Ternyata Isinya Ini

Kotak Misterius di Pasar Kemis Bikin Geger Sampai Tim Gegana Turun Tangan, Ternyata Isinya Ini

Jumat, 3 April 2026 | 20:02

Penemuan kotak misterius berbahan styrofoam di Perumahan Elok, Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang menggegerkan warga sekitar, pada Jumat 03 April 2026 pukul 06.30 pagi.

WISATA
47 Ribu Orang Kunjungi Kawasan Wisata Kota Tangerang saat Libur Lebaran 2026, Wisata Air Paling Favorit

47 Ribu Orang Kunjungi Kawasan Wisata Kota Tangerang saat Libur Lebaran 2026, Wisata Air Paling Favorit

Kamis, 2 April 2026 | 16:47

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang mencatat tingginya angka kunjungan masyarakat ke sejumlah destinasi wisata selama periode libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.

HIBURAN
Bikin Konten Bisa Dapat iPhone 17 Pro Max, Yuk Ikut SML Video Competition 2026

Bikin Konten Bisa Dapat iPhone 17 Pro Max, Yuk Ikut SML Video Competition 2026

Kamis, 2 April 2026 | 20:28

Punya hobi ngonten atau sekadar suka berbagi momen estetik di media sosial? Tahun ini adalah kesempatan emas bagi kamu untuk mengubah kreativitas menjadi pundi-pundi hadiah.

BANTEN
Polda Banten Tangkap 2 Mucikari Prostitusi Online, Janjikan Korban Gaji Rp3,5 Juta Per Minggu

Polda Banten Tangkap 2 Mucikari Prostitusi Online, Janjikan Korban Gaji Rp3,5 Juta Per Minggu

Jumat, 3 April 2026 | 19:23

Subdit IV Ditreskrimum Polda Banten meringkus dua orang berinisial AN, 29, dan TH, 23, terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus Pekerja Seks Komersial (PSK) berbasis aplikasi daring online.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill