Connect With Us

Predator Anak di Balik Seragam Terhormat

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 18 Maret 2025 | 18:05

Fajrina Laeli S.M, Aktivis Muslimah. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

Oleh: Fajrina Laeli, S.M., Aktivis Muslimah

 

TANGERANGNEWS.com-Belakangan viral di media sosial aksi bejat yang dilakukan oleh oknum aparat berseragam. Ya, insititusi Polri lagi-lagi menjadi sorotan karena anggotanya terlibat kasus hukum yang tak pantas, yakni kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh Kapolres Ngada, Ajun Komisaris Besar Fajar Widyadharma Lukman, terhadap seorang anak berusia 6 tahun. Kabarnya, korban diimingi dengan uang tunai sebesar Rp3 juta. (Kompas.id, 12 Maret 2025).

Miris? Tentu saja. Tidak hanya itu, Fajar juga merekam aksi bejat ini dan menyebarkannya ke situs porno di Australia sehingga pihak otoritas Australia kemudian melaporkan video tersebut ke Mabes Polri. Ternyata, selain penyimpangan tersebut, Fajar juga ditangkap tim gabungan Propam Mabes Polri dan Bidang Propam Polda Nusa Tenggara Timur karena kasus peyalahgunaan narkoba dan kasus kekerasan seksual terhadap anak berusia 6 tahun. (cnnindonesia.com, 13 Maret 2025)

Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini. Bukan hanya terjadi sekali atau dua kali, dari data Simfoni Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengungkapkan ada sebanyak 8.647 kasus kekerasan seksual anak terjadi pada tahun 2024. (detik.com, 22 November 2024).

Sungguh ironis memang, polisi yang seharusnya mengayomi, memberantas kejahatan, menindak pelaku pelecehan seksual, dan menghukum berat pelaku pedofilia, justru menjadi pelaku salah satu tindak kejahatan. Polisi yang seharusnya menjamin keamanan masyarakat, justru menjadi momok menakutkan, bak predator yang mengintai mangsa. Padahal sebagai warga negara, setiap individu berhak merasa aman. Namun, faktanya rasa aman hanyalah angan di negeri penuh dengan hawa nafsu ini. Manusia seakan berubah menjadi monster menakutkan karena mengedepankan hawa nafsunya.

Penguasa pun tidak dapat menjamin rasa aman, rakyat hanya dapat mengandalkan diri sendiri untuk melindungi diri dan keluarganya. Negara gagal menjadi junnah (perisai) bagi rakyat. Pelecehan tidak dapat dituntaskan, malahan makin banyak yang melakukan tindak kejahatan ini bahkan dilakukan oleh oknum kepala polisi. Penguasa pun terlalu sibuk dengan kursi kekuasaan sehingga lupa bahwa rakyatnya sedang berperang dengan rasa ketakutan akibat predator anak.

Sungguh, sistem hari ini telah nyata gagal dalam memberantas kejahatan. Kita semua membutuhkan sistem sahih yang dapat menjadi perisai bagi rakyat, yaitu sistem Islam. Sistem yang mengatur kehidupan manusia dan mencegah kepada kemungkaran.

Sistem Islam memiliki mekanisme untuk mencegah pelecehan seksual. Islam memiliki aturan yang terkait pergaulan baik antara individu dan individu maupun antara individu dan masyarakat. Islam juga memiliki sistem sanksi yang tegas yang akan menjadi jawabir (penebus) dan zawajir (pencegah). Di sisi lain, negara juga berperan besar dalam mengatur media sehingga media akan berfungsi hanya sebagai pengokoh spiritualitas masyarakat dan menutup segala celah bagi kemaksiatan.

Ketakwaan individu menjadikan individu yang takut kepada Allah Ta’ala, sehingga menjadikan seseorang takut melakukan dosa. Kontrol dari masyarakat yang memiliki pikiran yang sama, yaitu pikiran Islam juga akan membantu hal ini tidak terjadi berulang kali. Yang paling penting penerapkan sistem Islam yang dilakukan negara menjadi langkah konkret untuk mengatasi pelecehan seksual yang hari ini tidak kunjung usai. Wallahualam bisshawab.

OPINI
Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam

Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam

Kamis, 23 April 2026 | 14:04

Hampir setiap hari kita dihujani dengan kabar tentang kasus kejahatan termasuk pembunuhan yang sebagian besar pelakunya terindikasi menggunakan miras dan obat-obatan terlarang.

KOTA TANGERANG
Sempat Mendapat Perlawanan, Aset Eks SDN Rawa Bokor Akhirnya Diamankan Pemkot Tangerang

Sempat Mendapat Perlawanan, Aset Eks SDN Rawa Bokor Akhirnya Diamankan Pemkot Tangerang

Jumat, 24 April 2026 | 21:14

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berhasil mengamankan secara fisik lahan aset negara berupa eks SDN Rawa Bokor seluas 1.580 meter persegi dalam operasi eksekusi yang dilakukan pada Jumat sore 24 April 2016).

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

SPORT
Dinilai Rugikan Persita, Carlos Pena Pertanyakan Keputusan Wasit Beri Hadiah Penalti untuk Bali United

Dinilai Rugikan Persita, Carlos Pena Pertanyakan Keputusan Wasit Beri Hadiah Penalti untuk Bali United

Jumat, 24 April 2026 | 12:52

Persita Tangerang kembali menelan hasil buruk usai kalah 0-1 dari Bali United dalam lanjutan pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 di Banten International Stadium, Kamis, 23 April 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill