Connect With Us

Mahasiswa: Antara Skripsi, Aksi, dan Demokrasi

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 19 Oktober 2025 | 18:30

Niptahul Anwar, Mahasiswa Universitas Yuppentek Indonesia. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

Oleh: Niptahul Anwar, Mahasiswa akhir Universitas Yuppentek Indonesia

 

TANGERANGNEWS.com-Mahasiswa kerap berada di persimpangan jalan di satu sisi sibuk menuntaskan skripsi sebagai syarat akademik, di sisi lain dituntut hadir di garis depan memperjuangkan demokrasi. Pertanyaannya, masihkah generasi kampus hari ini mampu menjaga tradisi kritisnya tanpa meninggalkan tanggung jawab akademiknya?

Mahasiswa selalu dipandang sebagai kekuatan moral sekaligus agen perubahan. Dari era pergerakan kemerdekaan hingga reformasi 1998, sejarah mencatat betapa besar peran mahasiswa dalam mengawal arah demokrasi. Namun, di era sekarang, mereka dihadapkan pada dilema menyelesaikan skripsi sebagai tanggung jawab akademik, atau turun ke jalan menyuarakan aspirasi rakyat. 

Tuntutan kampus yang semakin berat membuat mahasiswa kerap terjebak pada rutinitas akademik. Skripsi, laporan penelitian, dan target kelulusan sering kali menyita perhatian utama. Namun, di saat bersamaan, isu-isu kebangsaan seperti korupsi, ketidakadilan sosial, dan penurunan kualitas demokrasi terus membutuhkan suara kritis mahasiswa.

Era digital membawa dinamika baru. Aksi mahasiswa tidak lagi sekadar turun ke jalan, tetapi juga bisa hadir dalam bentuk opini publik, kampanye digital, hingga gerakan sosial di media sosial. Meski lebih cair, tantangannya adalah menjaga agar suara mahasiswa tidak tenggelam dalam riuhnya informasi yang cepat usang. 

Skripsi dan aksi pada dasarnya tidak harus dipertentangkan. Keduanya bisa berjalan seiring jika mahasiswa mampu menjaga keseimbangan antara idealisme dan tanggung jawab akademiknya. Kehadiran intelektual muda yang kritis, terdidik, dan berani bersuara adalah modal penting bagi keberlangsungan demokrasi Indonesia.

NASIONAL
BGN Coret 1.653 Sekolah Swasta hingga Bertaraf Internasional dari Program MBG

BGN Coret 1.653 Sekolah Swasta hingga Bertaraf Internasional dari Program MBG

Sabtu, 12 September 2026 | 17:34

Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan sebanyak 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat program Makan Bergisi Gratis (MBG) di berbagai wilayah di Indonesia.

KAB. TANGERANG
Ratusan Warga Ikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama Habib Idrus di Alam Terbuka Tangerang

Ratusan Warga Ikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama Habib Idrus di Alam Terbuka Tangerang

Minggu, 13 September 2026 | 16:31

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Idrus Salim Al Jufri, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan konsep yang unik dan menyatu dengan alam di kawasan Kabupaten Tangerang pada Sabtu, 12 September 2026.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill