Oleh: Ayu Mela Yulianti, SPt., Pegiat Literasi dan Pemerhati Kebijakan Publik
TANGERANGNEWS.com-Penggunaan senjata termal dan thermobarik (thermal weapons) yang digunakan Israel, untuk menghancurkan gedung- gedung pemukiman warga Gaza Palestina, dan menyebabkan ribuan jasad warga Palestina menguap tanpa sisa, menunjukan kebrutalan dan kekejian luar biasa Israel, yang sudah diluar batas nalar dan kemanusiaan.
Penggunaan senjata terlarang jenis termal (thermal weapons) yaitu senjata termal dan thermobarik yang sering disebut sebagai bom vakum atau aerosol, yang mampu menghasilkan suhu lebih dari 3.500 derajat yang dihasilkan oleh tritonal, campuran TNT dan bubuk aluminium yang digunakan dalam bom buatan Amerika Serikat seperti MK-84, oleh Israel. Dimana ketika tubuh manusia terpancar energi lebih dari 3.000 derajat Celsius yang dikombinasikan dengan tekanan dan oksidasi yang sangat besar, cairan akan mendidih seketika. Jaringan akan menguap dan berubah menjadi abu. Yang dipasok oleh Amerika serikat, dalam menguasai wilayah Gaza Palestina, menunjukan ketidakpatuhan Zionis Israel terhadap hukum internasional yang telah melarang penggunaan senjata ini.
Naasnya, tidak ada satupun negara yang mampu menghukum Israel yang telah melakukan kebrutalan dan kekejian di tanah Palestina. Sehingga Israel terus melakukan kekejian di tanah Palestina tanpa batas, hingga sampai diluar batas nalar dan kemanusiaan. Israel terus melakukan pelanggaran HAM dan pelecehan terhadap hukum internasional.
Pelecehan luar biasa Isarel terhadap lembaga PBB yang mengeluarkan hukum internasional, sekaligus juga menunjukan ketidakberdayaan PBB dalam mengendalikan perilaku buruk entitas zionis Israel yang membunuhi manusia tanpa ampun.
Lalu kepada siapa manusia berharap bantuan dan pertolongan ? Jika PBB saja tidak berkutik menghadapi tingkah laku Zionis Israel yang sudah diluar batas kemanusiaan, penebar kedzoliman dan kerusakan dimuka bumi ini. Yang selalu melanggar dan melakukan pelecehan terhadap hukum internasional buatan PBB.
Bukan tidak mungkin juga jika wilayah gaza palestina sudah dikuasai oleh Israel, mereka akan menebarkan kebrutalan dan kedzolimannya ke negara lainnya dengan melakukan aksi yang sama ketika zionis Israel menduduki tanah Palestina.
Juga bukan tidak mungkin jika Zionis Israel mampu mendirikan negara Israel Raya, ia pun akan berbalik menggonggong dan menggigit tuannya yang telah membantu menjaga eksistensinya yaitu Ameika Serikat.
Maka keberadaan Zionis Israel adalah ancaman nyata abad ini bagi kemanusiaan dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebab zionis Israel tidak mengenal kata belas kasih dan kasih sayang terhadap pihak yang ada diluar bangsa dan keyakinan mereka.
Hal yang nampak sebagai bukti adalah dari mereka memperlakukan warga gaza palestina yang ada dibawah perlindungan PBB nyatanya terus diserang dan dibunuh tanpa ampun. Dan PBB tidak mampu berbuat apapun terhadap Zionis Israel sebab semua anggota PBB pendapatnya bisa dibumihanguskan hingga luluhlantak oleh veto Amerika Serikat sebagai salah satu negara pemegang hak veto yang bahkan dapat membatalkan hak veto empat negara lainnya sesama pemegang hak veto yaitu Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis.
Karenanya dunia saat ini membutuhkan negara superpower yang lain, yang manusiawi, yang dapat menghentikan kebiadaban zionis Israel di tanah Palestina. Negara yang mampu menghentikan hak veto Amerika Serikat sebagai negara pendukung kebiadaban dan kekejian Zionis Israel.
Sebab, tidak ada yang mampu menghentikan Israel dalam melakukan kekejian terhadap rakyat Gaza Palestina dan melakukan pendudukan, kecuali negara super power khilafah ala minhajinnubuwwah yang dipimpin oleh seorang khalifah. Yang menerapkan hukum syariat Islam kaffah. Yang akan menghukum dan menghentikan entitas zionis Israel yang telah melakukan pembunuhan sitematis terhadap rakyat Gaza Palestina yang mempertahankan tanahnya dari perampokan dan pengusiran oleh Zionis Israel.
Khilafah ala minhajinnubuwwah akan kembali tegak seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran dan kerinduan umat pada keberadaan khilafah, dan seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kewajiban umat untuk melaksanakan seluruh hukum syariat islam kaffah. Seiring dengan matinya para penguasa dzolim yang menjadi antek penjajah Amerika Serikat atau sadarnya para penguasa dzolim akan kesalahannya telah menjadi antek penjajah Amerika, dan kemudian bertaubat dan menyerahkan kekuasaannya kepada kepemimpinan yang benar yaitu khilafah ala minhajinnubuwah.
Walaupun upaya penegakan kembali khilafah ala minhajunnubuwwah terus dijegal oleh Ameika serikat dan Israel, namun upaya penegakan kembali Khilafah ala minhajinnubuwwah akan menemui keberhasilannya, sebab tegaknya kembali khilafah ala minhajinnubuwwah adalah janji Allah Swt dan kabar gembira dari Rasulullah Muhammad saw.
Bahwa Allah Swt akan memenangkan agama ini dan akan membuat para pejuangnya berkuasa di muka bumi ini, yang akan menyebarkan Islam sebagai rahmatan lil alamiin. Yaitu Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.
Sebab Islam bukan hanya sebagai sebagai agama ritual semata, akan tetapi Islam adalah ideologi yang membuat Islam hidup nyata dimuka bumi ini mengatur seluruh aspek kehidupan manusia.
Yang dengannya yaitu dengan penerapan Islam sebagai ideologi dunia akan mampu mengatur kehidupan manusia hidup dengan sisi manusiawinya, sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal dan menentramkan jiwa.
Ideologi Islam akan mampu membuat zionis Israel hancur dan keluar dari tanah Palestina. Dan akan mengembalikan warga Gaza Palestina hidup tenang tanpa intimidasi.
Sebaliknya warga Yahudi yang tunduk kepada Islam, akan dijaga darah dan hartanya. Namun warga Yahudi yang memerangi Islam akan kembali diperangi hingga mereka tunduk patuh kepada Islam.
Demikianlah bahwa sesungguhnya manusia butuh pada keberadaan khilafah ala minhajinnubuwwah yang akan menjadi tameng umat manusia dari kebiadaban dan kebrutalan Zionis Israel anjing Amerika di Timur Tengah.
Firman Allah Swt:
قَاتِلُوا الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَلَا يُحَرِّمُوْنَ مَا حَرَّمَ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَلَا يَدِيْنُوْنَ دِيْنَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ حَتّٰى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَّدٍ وَّهُمْ صٰغِرُوْنَ ٢٩
Artinya : "Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak mengharamkan (menjauhi) apa yang telah diharamkan (oleh) Allah dan Rasul-Nya, dan tidak mengikuti agama yang hak (Islam), yaitu orang-orang yang telah diberikan Kitab (Yahudi dan Nasrani) hingga mereka membayar jizyah dengan patuh dan mereka tunduk." ( At-Taubah : 29).
Wallahualam.