Connect With Us

Hampton East Jadi Jawaban Tingginya Kebutuhan Properti di Gading Serpong Tangerang 

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 26 Juni 2024 | 12:35

Kawasan ruko Hampton East, Gading Serpong Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah pengembang melakukan riset pasar mengenai kebutuhan properti di Kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Hasilnya, permintaan untuk produk komersial seperti ruko terbilang masih cukup tinggi. 

Hal ini terlihat dari banyaknya usaha baru yang dibuka setiap bulannya di kawasan bisnis Gading Serpong, termasuk kuliner, fashion, furniture, petshop, coffee shop, ritel, dan kesehatan. 

Untuk memenuhi permintaan ini, Paramount Land berinisiatif meluncurkan Hampton East, yang terletak di sisi timur Hampton dan menawarkan dua tipe, yakni tipe reguler dengan tiga lantai dan tipe loft dengan empat lantai.

Planning & Design Director Paramount Land Henry Napitupulu menjelaskan, tipe reguler mengusung desain fasad Hampton bergaya modern minimalis, dilengkapi dengan drop-off point dan area parkir yang luas. 

Tipe ini memiliki lebar 4,5 meter dengan panjang bervariasi antara 15 hingga 18 meter.

Sementara Hampton East Studio Loft menawarkan unit yang lebih premium dan luas. Tipe A memiliki double façade dengan fasilitas lift siap pakai atau opsional, sedangkan Tipe B memiliki single façade. 

Keduanya memiliki lebar 5 meter dengan panjang bervariasi antara 16 hingga 20 meter. Lantai pertama memiliki langit-langit tinggi setinggi 5,4 meter dan mezzanine yang luas, membuat unit ini modern dan menarik untuk bisnis.

Lebih lanjut, Hampton East memiliki akses langsung ke Jalan Jenderal Gatot Subroto Gading Serpong dan terhubung dengan area komersial lainnya, serta dekat dengan klaster hunian yang sudah ramai. 

"Hampton East tahap 1 dipasarkan sebanyak 45 unit dengan harga mulai dari Rp 4,2 miliaran untuk tipe reguler dan Rp 6,7 miliaran untuk tipe Studio Loft. Semua unit dilengkapi IP CCTV, AC di setiap lantai, dan free IPKL 12 bulan," ujarnya, Rabu, 26 Juni 2024.

Project Management Director Paramount Land Cok Putra Tri Utama menambahkan, Paramount Land konsisten menghadirkan produk komersial inovatif dengan nilai tinggi, seperti Central Business District (CBD) yang hidup dan ramai, termasuk area komersial Pisa Grande, Sorrento, Aniva, dan Manhattan District yang merupakan fokus utama pengembangan. 

Adapun Manhattan District, sebagai 'The Largest Business Epicentrum in Gading Serpong' seluas 22 hektar, terdiri dari berbagai area komersial dengan konsep yang terintegrasi, seperti Madison Grande, Hampton Avenue, Hampton Square, Hampton Promenade, Hampton Studio Loft, Hudson Studio Loft, dan The Hudson.

Progres penjualan produk komersial di Manhattan District sangat baik, dengan 95% produk terserap pasar hingga April 2024. Untuk memenuhi permintaan yang masih tinggi, Paramount Land menghadirkan area komersial Hampton East.

"Menjawab kebutuhan yang masih tinggi, kami menghadirkan area komersial Hampton East," pungkasnya.

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

KOTA TANGERANG
Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:06

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

KAB. TANGERANG
Sudah 6 Hari Terbakar, Hujan Buatan untuk TPA Jatiwaringin Malah Tertunda Akibat Hal Ini

Sudah 6 Hari Terbakar, Hujan Buatan untuk TPA Jatiwaringin Malah Tertunda Akibat Hal Ini

Minggu, 5 Juli 2026 | 19:50

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) harus ditunda kembali.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill