103 Rumah di Solear Tangerang Rusak Dihantam Puting Beliung
Jumat, 23 Januari 2026 | 18:10
Angin puting beliung melanda Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang hingga merusak ratusan rumah warga dan sejumlah infrastruktur lingkungan.
TANGERANG - Arema Cronus mengamankan posisi ketiga di ajang Piala Gubernur Kaltim. Singo Edan memastikan itu seusai memetik kemenangan 3-1 atas Sriwijaya FC.
Di pertandingan yang berlangsung di Stadion Palaran, Samarinda, Minggu (13/3/2016) sore WIB, Sriwijaya FC unggul lebih dulu lewat Yohanis Nabar pada menit ke-29. Kiper Arema, Kurnia Meiga, salah melakukan antisipasi bola umpan silang Supardi, hingga memudahkan Nabar menyundul bola masuk ke dalam gawang.
Tak ada gol tambahan tercipta pada babak pertama, Sriwijaya FC unggul satu gol saat turun minum.
Di babak kedua, Arema sempat mencetak gol pada menit ke-57. Tapi, Cristian Gonzalez sudah berdiri dalam posisi offside saat menerima bola terobosan sebelum mencatatkan namanya di papan skor.
Dua menit berselang bek Laskar Wong Kito, Thierry Gathuessi, mendapatkan kartu kuning kedua karena mendorong Srdan Lopicic.
Unggul jumlah pemain, Arema bisa mencetak gol penyama kedudukan lewat El Loco, julukan Gonzalez. Lewat satu situasi bola mati, Gonzalez bisa mencatatkan satu gol. Sepakan kerasnya dari luar kotak penalti gagal diantisipasi oleh kiper Sriwijaya FC, Dian Agus Prastyo.
Arema berbalik unggul setelah Esteban Vizcarra mencetak gol pada menit ke-79. Dia melakukan sepakan dengan dari jarak dekat dalam satu situasi kemelut di muka gawang Sriwijaya FC.
Dendi Santoso mengunci kemenangan Arema dengan gol yang dia bukukan pada menit ke-87. Kemelut di muka gawang Sriwijaya FC menjadi penyebabnya. Di sisa pertandingan tak ada gol tambahan, Arema memastikan diri finis ketiga di ajang Piala Gubernur Kaltim.
Angin puting beliung melanda Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang hingga merusak ratusan rumah warga dan sejumlah infrastruktur lingkungan.
TODAY TAGKabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktor senior Epy Kusnandar meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025.Informasi tersebut pertama kali dibagikan melalui unggahan akun Instagram istrinya, Karina Ranau.
Kasus saldo kripto yang mendadak terkuras tanpa disadari semakin sering terjadi. Salah satu penyebab yang kini banyak digunakan penipu adalah wallet drainer, alat berbahaya yang mampu menguras aset kripto hanya lewat satu persetujuan transaksi.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews