Connect With Us

Laga Uji Coba, Persita Unggul 1-4 dari Timnas Senior PSSI

Mohamad Romli | Jumat, 21 Februari 2020 | 23:25

Jelang Liga 1 2020, Persita bertemu Timnas Senior PSSI dalam laga uji coba di Senayan, Jakarta, Jumat (21/2/2020). (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Skuat Pendekar Cisadane menjajal kemampuan sebelum berlaga di Liga 1 2020. Tim asuhan Widodo C Putro itu bertemu Timnas Senior PSSI setelah sepekan menjalani pemusatan latihan. Pertandingan digelar di Senayan, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Hasil apik pun diraih Samsul Arif dan kawan-kawan. Laga uji coba itu berakhir dengan skor 1-4 untuk kemenangan Persita.

Persita terlebih dahulu unggul akibat   gol bunuh diri dilesatkan pemain timnas di babak pertama sekitar menit ke-9.

Sementara, gol kedua Persita dicetak  Samsul Arif dari sisi gawang di menit ke-32. Gol pun tercipta dan mengubah skor menjadi 0-2 untuk Persita. Tapi euphoria keunggulan Persita sedikit memudar saat gol timnas tercipta di menit ke-40 dari tendangan bebas yang melesat keras ke gawang Yogi. Skor berubah 1-2 hingga turun minum.

Jelang Liga 1 2020, Persita bertemu Timnas Senior PSSI dalam laga uji coba di Senayan, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Memasuki babak kedua, Persita kian agresif seiring masuknya beberapa pemain baru, di antaranya Adittia Gigis dan Aldi Al Achya. Beberapa peluang cantik sempat dilahirkan Persita meski belum berujung gol. Baru di menit ke-62, lewat umpan Tarik, Eldar Hasanovic sukses mencetak gol. Skor pun berubah 1-3.

Ketinggalan dari Persita, timnas mempertaruhkan segala kemampuan mereka. Di menit ke-63, satu peluang pun terlahir meski dengan mudah bisa diamankan oleh Annas Fitranto yang menggantikan Yogi di babak kedua.

Tak berselang lama, di menit ke-65, giliran Aldi Al Achya yang merobekgawang timnas. Skor 1-4 untuk keunggulan Persita. Meski unggul 3 gol, Persita tak melonggarkan serangan. Kesempatan masih terus tercipta. Salah satunya di menit ke-70 saat Budnik nyaris bisa kembali melesatkan gol dari sisi kanan gawang. 

Hingga menit-menit akhir, pertarungan terus sengit. Menit ke-85, timnas nyaris menambah gol dari tendangan bebas yang sangat keras dan bertenaga dari jarak yang cukup mumpuni. Persita tak mau kalah dan menciptakan satu peluang emas di menit ke-88 dari tendangan yang melibatkan tiga pemain di depan gawang timnas, yakni Redi, Aldi dan Elisa Basna. Permainan pun berakhir dengan keunggulan Persita 1-4.

Menanggapi kemenangan Persita atas timnas, pelatih kepala Persita, Widodo C. Putro tak berkomentar banyak. Tapi ia memandang positif hasil pertandingan yang mencatat keunggulan Persita. 

“Hasil pertandingan tadi bagi Persita sangat positif. Di mana kami seminggu lagi sudah menghadapi kompetisi,” ungkap Widodo.

Widodo tak mau berkomentar banyak soal kondisi timnas, terutama terkait fisik. Mengingat timnas senior ini memang baru usai menjalani masa training camp selama seminggu. 

“Ya kami paham mungkin timnasnya tidak mencari kemenangan atau mungkin mereka intensitas latihan cukup tinggi sehingga mereka kelelahan. Tapi apapun hasilnya, ini adalah hal yang positif bagi kami sebelum Liga 1 bergulir,” tambah Widodo.

Sementara itu, Pelatih Kepala Timnas, Shin Tae Yong mengaku cukup kecewa dengan kekalahan anak didiknya. Tapi ia menganggap pertandingan uji coba melawan Persita ini sebagai proses yang memang harus dilalui.

“Jadi sebenarnya ini adalah salah satu proses juga. Apalagi ada sembilan pemain yang sudah dipulangkan dan sudah ada cedera empat pemain. Sayang sekali pertandingan berakhir seperti ini. Tapi sebenarnya tidak terlalu penting juga skor dan pertandingannya. Karena kita perlu mengadakan permainan seperti ini karena bisa melihat keadaaan pemain masing-masing,” ujar pelatih asal Korea Selatan ini.

Lebih lanjut Shin mengucap bahwa untuk pertandingan melawan Persita kali ini, anak didiknya tidak mengaplikasikan strategi, tapi lebih memfokuskan pada mental dan ketahanan fisik. 

“Hari ini juga anak-anak sangat capek. Tapi kemampuan masing-masing ini segini, selevel ini, saya baru tahu juga karena kan sebelumnya belum ada pertandingan sebelumnya,” tambahnya.

OPINI
Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Senin, 8 Juni 2026 | 17:25

Fenomena atau fomo bagi generasi muda itu berdampak pada kesehatan mental yang artinya yang di mana media digital saat ini media sosial itu telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalam kehidupan kita sehari-hari

BANDARA
Pulang dari Bangkok Positif Narkoba, BNN Tangkap 10 WNI di Bandara Soetta

Pulang dari Bangkok Positif Narkoba, BNN Tangkap 10 WNI di Bandara Soetta

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:40

Sebanyak 10 orang warga negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari Bangkok, Thailand, langsung ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

BANTEN
Dua Truk Ekspedisi Kepergok Angkut 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Merak, Nilainya Rp12,6 Miliar

Dua Truk Ekspedisi Kepergok Angkut 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Merak, Nilainya Rp12,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 21:30

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten bersama Bea Cukai Merak menggagalkan upaya peredaran 8.262.000 batang rokok ilegal bernilai miliaran rupiah di kawasan Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni, Kamis 11 Juni 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill