Sesama suporter klub sepakbola Persita Tangerang mewarnai laga ujicoba klub berjuluk Pendekar Cisadane tersebut saat melawan PSM Makassar di stadion Indomilk arena Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu 1 Juni 2022 sore. (@TangerangNews / Tim TangerangNews.com)
TANGERANGNEWS.com-Ketegangan antar sesama suporter klub sepakbola Persita Tangerang mewarnai laga ujicoba klub berjuluk Pendekar Cisadane tersebut saat melawan PSM Makassar di stadion Indomilk arena Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu 1 Juni 2022 sore.
Kelompok suporter nyaris terlibat baku pukul, sebelum akhirnya ditenangkan aparat Kepolisian.
Sementara pertandingan ujicoba antara Persita Tangerang melawan PSM Makassar sebagai persiapan laga pra musim berakhir imbang 1-1.
Ditengah pertandingan terjadi ketegangan diantara dua kelompok sesama suporter klub berjuluk Pendekar Cisadane di tribun utara.
Belum diketahui penyebabnya, kedua kelompok tersebut terlibat baku pukul dan nyaris memicu terjadinya tawuran atau perkelahian lebih besar.
Beberapa petugas dari Polres Tangsel yang berada di atas tribun berusaha melerai dengan memisahkan kedua kelompok, hingga akhirnya ketegangan berhasil mereda.
Gol untuk PSM Makassar di cetak Yance Sayuri pada menit ke-21 babak pertama. Sedangkan gol penyama kedudukan Persita Tangerang dicetak Heri Susanto pada menit ke-68 babak kedua.
Cuaca buruk berupa hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tangerang sejak pagi hari ini memicu gangguan besar pada operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Senin 12 Januari 2026.
Tes Kemampuan Akademik atau TKA kembali akan dilaksanakan pada 2026 untuk jenjang SD dan SMP. Pelaksanaan asesmen ini dijadwalkan berlangsung pada April 2026 dan dapat diikuti peserta didik dari jalur pendidikan formal, nonformal, maupun informal.
Kemiskinan tidak pernah benar-benar netral. Ia punya wajah, dan sering kali wajah itu adalah perempuan. Ketika kemiskinan terjadi, perempuan biasanya menjadi pihak yang paling dulu mengalah, paling lama bertahan, dan paling sedikit didengar.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""