Pengangguran Anak Muda Tembus 17 Persen, Upah Stagnan Bikin Gen Z Tunda Menikah dan Beli Rumah
Sabtu, 7 November 2026 | 15:43
Tingkat pengangguran anak muda di Indonesia perlu menjadi perhatian serius dalam menyambut momentum bonus demografi.
TANGERANGNEWS.com-Pasca tragedi Kanjuruhan hingga kini belum ada informasi jelas mengenai kelanjutan dari kompetisi Liga 1 2022/2023. Hal tersebut membuat tim Persita Tangerang memutuskan untuk meliburkan para pemainnya selama sepekan.
Kepala Pelatih Persita Alfredo Vera mengatakan, pemain diperbolehkan untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing. Namun, dirinya meminta agar para pemain tetap menjaga kondisi fisiknya.
Dirinya telah menyiapkan sejumlah program latihan untuk Osas Saha dan kawan-kawan, ketika nanti berkumpul kembali di Tangerang pada pekan depan tepatnya 31 Oktober 2022.
“Para pemain mendapatkan menu latihan mandiri dari pelatih fisik (Marcos Gonzalez) selama mereka berada di kediaman masing-masing. Mereka harus terus menjaga kondisi fisik,” ujar Vera seperti dikutip dari tvonenews.com, Kamis, 20 Oktober 2022.
Menurut Vera, kepastian mengenai kelanjutan dari kompetisi Liga 1 tersebut sangat penting bagi tim pelatih dalam menyiapkan pemain, sehingga dirinya berharap agar PSSI segera memberikan kepastian.
Dampak pasca terjadinya tragedi Kanjuruhan membuat kondisi sepakbola Indonesia tengah dalam situasi yang sulit, ditambah dengan kabar-kabar yang beredar di luaran.
Alfredo Vera berharap dirinya bersama timnya dapat segera mendapatkan kejelasan dan bisa kembali bertanding untuk menyelesaikan kompetisi musim ini.
Sejauh ini tim Pendekar Cisadane telah tampil cukup garang dengan berhasil mengumpulkan 22 poin dan berada di urutan keempat klasemen sementara.
Tingkat pengangguran anak muda di Indonesia perlu menjadi perhatian serius dalam menyambut momentum bonus demografi.
TODAY TAGRatusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews